News

Biaya Pilkada Mahal, Presiden Prabowo Wacanakan Dipilih DPRD

984
Presiden Prabowo Subianto . FOTO/SCREENSHOT

posaceh.com, Jakarta – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) tampaknya akan kembali ke era Orde Baru dibawah pimpinan Presiden Soeharto (alm).

Sebelum reformasi nasional 1998, pemilihan presiden dan kepala daerah dipilih DPRD selama 32 tahun Soeharto berkuasa.

Bapak Reformasi Indonesia, Amien Rais mengubah pola itu saat menjadi Ketua MPR. Dari tidak langsung jadi langsung seperti yang baru-baru ini dilaksanakan di Indonesia.

Presiden RI Prabowo Subianto telah melempar wacana kepala daerah seperti gubernur hingga bupati dan wali kota kembali dipilih oleh DPRD.

Prabowo tidak menyebut untuk pemilihan presiden (Pilpres). Sehingga tetap akan dilaksanakan secara langsung.

Prabowo menilai sebagaimana yang diterapkan di negara lain, sistem itu dinilai lebih efisien dan tak menelan banyak biaya.

“Saya lihat negara-negara tetangga kita efisien, Malaysia, Singapura, India, sekali milih anggota DPRD, sekali milih, ya sudah DPRD itulah yang milih gubernur, milih bupati,” kata Prabowo di pidatonya di puncak perayaan HUT ke-60 Partai Golkar, Sentul, Kamis (12/12/2024) malam WIB.

Prabowo menyebut hal itu turut menekan anggaran yang harus dikeluarkan negara dalam menggelar Pilkada.

Dia juga menyatakan uang anggaran untuk Pilkada itu bisa digunakan untuk hal lain yang lebih penting bagi masyarakat.

“Efisien enggak keluar duit kayak kita kaya, uang yang bisa beri makan anak-anak kita, uang yang bisa perbaiki sekolah, bisa perbaiki irigasi,” ucap Prabowo, seperti dikutip dari CNN.

“Ini sebetulnya begitu banyak ketum parpol di sini. Sebenarnya kita bisa putuskan malam ini juga, gimana?” Imbuhnya.

Prabowo juga menyinggung mahalnya biaya politik yang harus dikeluarkan oleh kontestan di gelaran pilkada.

Pria yang juga sebagai Ketua Umum Partai Gerindra ini pun menyatakan bahwa harus ada perbaikan sistem yang harus dibenahi bersama.

“Kemungkinan sistem ini terlalu mahal. Betul? dari wajah yang menang pun saya lihat lesu, apalagi yang kalah,” ujar Prabowo.

“Berapa puluh triliun rupish habis dalam satu-dua hari, dari negara maupun dari tokoh-tokoh politik masing-masing,” tuturnya.(Muh/*)

Exit mobile version