Ekbis

BI: Aceh Harus Optimalkan Potensi Daerah Guna Tingkatkan Ekonomi

1763
Petani memanen menata padi dan menjemur gabah di Aceh Besar, Aceh, Selasa (26/10/2021). Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi (Perpadi) Aceh menyebutkan harga gabah di tingkat petani pada musim panen Oktober 2021 untuk gabah kering panen (GKP) Rp4.700 hingga Rp5.000 per kilogram, lebih tinggi dari harga pembelian pemerintah yang hanya Rp4.200 per kilogram. ANTARA/Irwansyah Putra

posaceh.com, Banda Aceh – Kepala Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Aceh Achris Sarwani mengajak pemerintah daerah lebih mengoptimalkan potensi yang ada guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di provinsi itu.

“Kita terus mendorong pertumbuhan ekonomi di Aceh dengan cara mengetahui sumber ekonomi yang ada di setiap daerah. Oleh sebab itu para kepala daerah harus dapat menggali potensi tersebut,” kata Achris Sarwani di Sabang, Selasa (26/10/2021).

Achris Sarwani mengatakan setiap kepala daerah harus mengetahui apa-apa saja sumber pertumbuhan ekonomi di daerah masing-masing yang dapat digali potensinya.

Setiap daerah pastinya memiliki potensi daerah masing-masing, seperti di wilayah selatan yang lebih fokus pada sektor perikanan dan wilayah tengah dengan pertaniannya.

Dengan begitu, pemerintah daerah harus mengalokasikan program dan anggaran, agar sesegera mungkin dapat menciptakan mesin pertumbuhan ekonomi.

“Bank Indonesia memiliki kajian produk unggulan di setiap kabupaten/kota, di situlah menjadi masukan bagi kepala daerah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” kata Achris Sarwani.

Achris Sarwani mengatakan dari data dimiliki Bank Indonesia bahwa Aceh adalah daerah yang cukup tinggi mengonsumsi produk luar daerah. Hal tersebut merupakan dampak negatif bagi Aceh.

“Aceh harus dapat membangun sektor-sektor produktif. Sehingga dengan begitu juga dapat mempertahankan pertumbuhan ekonomi di Aceh dan juga dapat menambahkan tenaga kerja,” kata Achris Sarwani.

Bank Indonesia akan melihat titik mana yang menjadi kelemahan Aceh untuk menstabilkan pertumbuhan ekonomi. Dengan begitu dapat menjadi evaluasi bagi kepala daerah.

Investasi di Aceh kalah dengan provinsi tetangga Sumatera Utara. Bahkan potensi yang ada di Aceh digarap oleh provinsi lainnya.

“Aceh harus mampu menarik investor dengan bersungguh-sungguh. Salah satunya terkait perizinan. Kita juga harus siapkan yang benar-benar untuk meyakinkan investor,” kata Achris Sarwani. (ant)

Exit mobile version