Daerah

Besok, Partai NasDem Bagi Masker untuk Masyarakat

1901
×

Besok, Partai NasDem Bagi Masker untuk Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Istri Ketua DPW Partai NasDem Aceh Hj Linda sedang memperhatikan pengurus Partai Nasdem Syahrial dan lain lain sedang menjahit masker di sekretariat Partai NasDem Aceh, Kamis (16/4/2020) rencananya ada ribuan masker yang siap di bagikan untuk masyarakat besok Jumat (17/4/2020) FOTO/ TEUKU AZHARI

POSACEH.COM, BANDA ACEH – Direncanakan, Partai NasDem Aceh Jumat (17/4/2020) akan membagikan masker untuk masyarakat umum. Upaya tersebut dalam rangka mendukung salah satu langka protokol penanganan penyebaran virus corona (Covid-19) dengan memakai masker.

“Insya Allah besok Jumat kalau tidak ada kendala apa apa, kami akan membagikan masker kepada masyarakat, karena memakai masker merupakan bagian yang paling penting untuk mencegah penularan virus Corona (Covid-19),” terang Zaini Djalil melalui sambungan telepon, Kamis (16/4/2020) sore.

 

Menurut Advokat senior ini, ada ribuan masker yang hendak di bagikan kepada masyarakat Aceh, sebagai bentuk kepedulian Partai NasDem terhadap wabah covid -19 ini dan sudah menjadi protokol kesehatan, bagi masyarakat yang ada di luar rumah untuk menggunakan masker.

Setelah dijahit, masker terlebih dahulu di setrika biar lebih steril,siap di bagikan untuk di gunakan,demi mencegah penularan penyakit yang bernama Corona FOTO/ TEUKU AZHARI

“Masker adalah salah satu bagian dari sekian protokol kesehatan yang harus di ikuti, selain dari cuci tangan pakai sabun, jaga jarak, hindari kerumunan dan jangan keluar rumah kalau tidak penting, bila terpaksa keluar rumah, jangan lupa, pakai masker,” tegas Zaini.

 

Ditanya lokasi mana saja yang dipilih untuk pembagian masker, dengan nada politis, Zaini Djalil mengatakan, sampai sore tadi (Kamis (16/4/2020) sore, belum ditetapkan lokasi mana. “Kami akan bagi seputaran Banda Aceh,” jawabnya singkat.

 

Dia menambahkan, dengan mendisiplinkan diri dan patuh terhadap protokol kesehatan,ia yakin virus Corona akan jauh dari masyarakat Aceh, selanjutnya akan sirna dengan sendirinya sampai waktunya tiba.(T Azhari)