posaceh.com, Kota Jantho – Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda (Lanud SIM) menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan gerbang udara Aceh melalui penguatan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan di kawasan Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda. Komitmen tersebut disampaikan menyusul keberhasilan menggagalkan upaya pengiriman narkotika jenis ganja seberat 3,6 kilogram melalui Gudang Kargo Bandara SIM, Blang Bintang, Aceh Besar, Senin (1/6/2026).
Komandan Lanud SIM, Kolonel Pnb Suryo Anggoro, M.Tr.(Han), menyampaikan apresiasi kepada personel Lanud SIM dan petugas Aviation Security (Avsec) PT IASS yang telah menunjukkan kewaspadaan dan profesionalisme dalam menjalankan tugas pengamanan.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi yang baik antara seluruh stakeholder bandara dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan bandar udara, sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama melindungi masyarakat dari peredaran narkotika.
“Lanud SIM bersama seluruh stakeholder bandara akan terus memperkuat sinergi sebagai bentuk pengabdian untuk menjaga gerbang udara Aceh tetap aman dan memberi perlindungan bagi masyarakat. Ini adalah bagian dari komitmen bersama menjaga marwah Aceh agar tetap mulia, aman, dan bermartabat,” ujar Kolonel Pnb Suryo Anggoro.
Ia menjelaskan, menjaga Aceh tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan semata, tetapi juga menyangkut upaya mempertahankan kehormatan daerah yang selama ini dikenal menjunjung tinggi nilai-nilai agama, adat istiadat, serta kepedulian terhadap masa depan generasi muda.
Karena itu, kata dia, berbagai bentuk ancaman yang dapat merusak citra daerah, termasuk peredaran dan penyalahgunaan narkotika, harus dicegah melalui kerja sama dan kewaspadaan seluruh pihak.
Danlanud SIM juga memberikan apresiasi kepada seluruh petugas yang terlibat dalam pengungkapan kasus tersebut. Ia menilai dedikasi, ketelitian, dan tanggung jawab yang ditunjukkan personel di lapangan menjadi faktor penting dalam mendukung keamanan kawasan bandara.
“Kami mengapresiasi seluruh petugas yang telah bekerja dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab. Kolaborasi lintas unsur seperti ini harus terus diperkuat agar keamanan dan kenyamanan masyarakat dapat terus terjaga,” katanya.
Saat ini, barang bukti ganja seberat 3,6 kilogram tersebut telah diamankan, sementara proses penanganan dan penyelidikan lebih lanjut dilakukan oleh pihak berwenang sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Keberhasilan penggagalan pengiriman narkotika itu menjadi bukti nyata komitmen Lanud SIM bersama seluruh stakeholder bandara dalam menjaga keamanan gerbang udara Aceh sekaligus merawat marwah daerah dari berbagai ancaman yang dapat merusak masa depan masyarakat dan generasi penerus bangsa.(Why/*)
