posaceh.com, Solo- Salah satu pertimbangan konsumen dalam membeli kendaraan bermotor berteknologi tinggi adalah biaya perbaikan ketika terjadi kerusakan.
Seperti pada mobil hybrid, konsumen perlu memperhatikan biaya penggantian baterai. Baterai mempunyai usia pakai dan umumnya mahal.
Namun, berbeda dengan mobil berteknologi mild hybrid seperti Suzuki Fronx. Mobil ini dibekali baterai kecil yang harganya relatif lebih terjangkau daripada mobil full hybrid atau mobil listrik.
Hariadi, Asst. to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengatakan Fronx merupakan SUV Ringkas yang tersedia dalam pilihan hybrid dan non-hybrid.
Model ini mengusung konsep efisiensi bahan bakar serta desain modern, sehingga menarik bagi konsumen yang mencari kendaraan praktis untuk penggunaan harian.
“Bila baterai lithium-ion pada Fronx rusak dan perlu diganti, asalkan pemakaian normal dan perawatan baik, bakal digaransi sampai 8 tahun pemakaian atau 160.000 kilometer,” ucap Hariadi kepada KOMPAS.com, Rabu (29/4/2026).
Sistem hybrid yang digunakan adalah teknologi mild hybrid Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS). Teknologi ini tidak membuat mobil berjalan sepenuhnya dengan tenaga listrik, melainkan hanya membantu kinerja mesin bensin agar lebih efisien dan halus.
Baterai yang digunakan pada varian hybrid adalah tipe lithium-ion berkapasitas kecil. Spesifikasinya 12 volt dengan kapasitas 10 Ah, atau setara 0,12 kWh sehingga ukurannya relatif ringkas dan tidak memakan banyak ruang di kendaraan.
“Bila baterai lithium-ion ini rusak, dan di luar masa garansi, estimasi penggantiannya untuk saat ini sekitar Rp 13 sampai 15 jutaan,” ucap Hariadi.
Fungsi utama baterai ini adalah membantu akselerasi melalui motor listrik kecil. Selain itu, baterai juga menyimpan energi dari pengereman melalui sistem regenerative braking dan mendukung fitur start-stop mesin otomatis.
Karena kapasitasnya kecil, harga baterai hybrid Fronx tergolong cukup terjangkau dan lebih murah bila dibandingkan dengan mobil hybrid penuh.
Suzuki juga memberikan garansi baterai yang cukup panjang, yakni garansi mencapai 8 tahun atau 160.000 kilometer sehingga pengguna tidak perlu terlalu khawatir dalam jangka menengah hingga panjang.
Untuk varian, Fronx dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu hybrid dan non-hybrid. Varian non-hybrid menggunakan mesin bensin biasa tanpa bantuan motor listrik. Tipe ini ditujukan bagi konsumen yang menginginkan harga lebih terjangkau.
Perbedaan utama antara hybrid dan non-hybrid terletak pada efisiensi dan teknologi. Varian hybrid lebih hemat bahan bakar dan memiliki akselerasi lebih halus, sedangkan non-hybrid lebih sederhana dalam perawatan.
Secara keseluruhan, Suzuki Fronx menawarkan pilihan fleksibel bagi konsumen. Dengan baterai kecil, harga relatif terjangkau, serta pilihan varian lengkap, mobil ini cocok bagi pengguna yang mempertimbangkan efisiensi tanpa biaya tinggi.(Muh/*)











