Olahraga

Berakhir Sudah Turnamen Sepakbola Usia Dini HUT ke-13 Pos Aceh Terbesar se-Aceh, Sampai Jumpa Tahun Depan

649
Seratusan penonton menyaksikan laga final U-12 Turnamen Sepakbola Usia Dini HUT ke-13 Pos Aceh di Lapangan Mini Soccer Bintang, Ie Masen Kayee Adang, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, Senin (20/10/2025) sore. FOTO/BEDU SAINI

posaceh.com, Banda Aceh – Turnamen Sepakbola Usia Dini U-10 dan U-12 dalam rangka memeriahkan HUT ke-13 Pos Aceh telah berakhir dengan lancar dan sukses dengan pemain belia ini akan terus merasakan aroma permainan yang penuh dengan ceria.

Pagelaran akbar bagi kelompok usia dini ini yang menjadi terbesar dalam persebakbolaan Aceh akan tercatat dalam sejarah, antusiasme tinggi pengurus dan pelatih, terutama pemain yang melakoni laga dengan ciri khasnya sendiri, khususnya U-10 telah menyuarakan sebuah ajang terbesar bagi pemain muda yang nantinya bakal menjadi pesepakbola profesional.

Perhelatan sepakbola usia dini yang dimulai di Lapangan Matador, Meunasah Papeun, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar oleh Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Musriadi pada Jumat (18/10/2025) harus dapat membuka mata-hati punggawa negeri ini, betapa banyaknya bibit-bibit muda Aceh yang perlu mendapat perhatian dari pemerintah.

Para ibu-ibu muda melihat langsung laga U-10 Turnamen Sepakbola Usia Dini HUT ke-13 Pos Aceh di Lapangan Matador, Meunasah Papeun, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Minggu (20/10/2025). FOTO/BEDU SAINI

KONI dan PSSI, dua organisasi olahraga yang mendapat support langsung dari pemerintah untuk memajukan persepakbolaan Aceh harus memplotkan finansial untuk pembinaan dan menggelar berbagai kompetisi secara reguler.

Dari turnamen ini terlihat jelas, animo para orangtua yang mendukung anaknya menjadi pemain sepakbola hebat dengan hadir langsung di pinggir lapangan. Sehingga, kemeriahan turnamen sudah cukup dengan kehadiran para ibu muda ini yang terus berteriak memberi dukungan kepada tim yang dibela putranya.

Kebersamaan ibu-ibu ini, hampir sama dengan pemain di lapangan, secara berkelompok berdiri di pinggir lapangan dan dengan penuh semangat melihat anak-anak mereka yang sedang bermain di lapangan, khususnya untuk U-12 dengan pemain yang sudah masuk kategori remaja.

Ratusan penonton yang hadir pada setiap pertandingan yang digelar dari pagi sampai sore hari dengan area parkir dipenuhi kendaraan roda empat dan dua, menunjukkan betapa tingginya semangat para orang tua mendukung anaknya di lapangan.

Untuk kelompok U-10, bukan hanya pemain berusia 10 tahun, tetapi juga berusia 9 tahun, menunjukkan tingginya animo anak-anak Aceh untuk bermain sepakbola, apalagi dalam sebuah turnamen ini yang telah dikemas dengan baik oleh panitia.

Sebelum mereka bertanding, sudah berdiri di pinggir lapangan saat tim lainnya sedang bertanding dan begitu panitia pengumuman tim mana yang bermain, maka para pemain ini langsung masuk lapangan.

Di dalam lapangan, pemain ini yang didamping para ibu-ibu muda di pinggir lapangan, berusaha bermain dengan baik melalui pola permainan sesuai kemampuannya. Para pemain ini terus mengejar bola, kadang-kadang sampai berkerumun memperebutkan bola di tengah atau depan gawang.

Dalam kondisi ini, ada yang menjadi gol atau juga tidak, bola ditendang oleh pemain ke tengah lapangan, tetapi kadang-kadang tendangan lemah, sehingga disambut lagi oleh lawan untuk kembali menyerang.

Namun, rata-rata pemain U-10 yang berlaga di Turnamen Sepakbola Usia Dini HUT ke-13 Pos Aceh sudah bisa bermain sepakbola, karena seluruhnya berasal dari Sasana Sepakbola (SSB) dan Football Association (FA) atau asosiasi sepakbola.

Keseriusan pelatih dalam ajang ini, walau pemain menganggap sebagai pertandingan persahabatan seusianya tampak jelas di pinggir lapangan dengan terus memberi instruksi melalui panggilan kepada pemain yang sedang bermain di tengah lapangan.

Ada pelatih yang mondar-mandir di pinggir lapangan untuk memberi instruksi kepada pemainnya atau juga dengan tenang melihat anak asuhnya bermain, dengan keyakinan bisa meraih kemenangan.

Seorang anak dibawa serta oleh orangtuanya saat pemain Talenta Aceh FA sedang bergembira usai menjadi juara 2 Turnamen Sepakbola Usia Dini HUT ke-13 Pos Aceh di Lapangan Mini Soccer Bintang, Ie Masen Kayee Adang, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, Senin (20/10/2025) sore. FOTO/MUHAMMAD NUR

Lain lagi panitia yang sibuk memantau kondisi lapangan, untuk memastikan pertandingan dapat dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditentukan. khususnya Pengawas Pertandingan Syahrizal alias Yahpi dan Musliadi, Ketua Panitia Sepakbola HUT ke-13 Pos Aceh.

Apalagi, suara riuh-rendah dari penonton terus mewarnai pertandingan yang sedang berlangsung, ada yang terima atau juga tidak, jika tim anaknya kalah, padahal turnamen ini sebagai sepakbola gembira bagi anak-anak yang berkumpul bersama di sebuah lapangan.

Dalam sebuah turnamen, tentunya ada yang gembira dan kecewa, tetapi semuanya harus menerima dengan lapang dada. Ternyata. ada juga ada anak-anak yang menangis karena timnya gagal terus melaju atau saat terjatuh di lapangan seusai benturan dengan pemain lawan, umumnya di kelompok usia 12 tahun.

Tetapi, setelah mendapat perawatan tim medis yang terus siaga di pinggir lapangan, ada pemain yang bisa melanjutkan atau juga harus diganti dengan pemain lain, namun pertandingan tetap dilanjutkan sampai akhir.

Pertandingan yang awalnya sebagai sepakbola gembira, berubah saat sudah memasuki babak perempatfinal dan semifinal, semua pelatih dan pemain tampak serius, termasuk para emak-emak muda yang berdiri di pinggir lapangan.

Babak perempatfinal dan semifinal yang dilaksanakan pada Minggu (19/10/2025) sore berlangsung seru, bukan hanya U-12, tetapi juga untuk U-10. Masing-masing pelatih terus memantau pemainnya dari pinggir lapangan.

Untuk kelompok usia dini, lapangan dibagi dua, sehingga dua pertandingan dapat dilaksanakan sekaligus, satu lapangan untuk U-10 dan satunya lagi U-12, sehingga penonton dapat menentukan tempatnya berdiri melihat putranya bermain.

Pada Minggu sore, hujan mulai turun di lapangan saat babak semifinal sedang berlangsung, tetapi aroma panas dari pelatih, pemain dan penonton sangat terasa, saat laga sedang berlangsung. Masing-masing tim berusaha meraih kemenangan dan sempat terjadi protes, namun pertandingan tetap dilanjutkan sampai akhir.

Seusai babak semifinal berlangsung hujan deras terus turun, sehingga panitia bersama pelatih yang masuk semifinal berembug dan disepakati final dan penentuan juara tiga dilaksanakan pada Senin (20/10/2025) pagi dan sore.

Babak final tetap dilaksanakan pada pagi hari untuk U-10, walau hujan turun, karena dilaksanakan di lapangan sintetis Mini Soccer Fourgee, Lampriet, Banda Aceh, Senin (20/10/205) pagi pukul 10.00 WIB dengan Talenta Aceh FA sebagai juara usai mengalahkan Tunas Garuda Sabang 3-2, karena pelatihnya tidak mau tanding sore bersama tim lainnya.

Pada sore hari dilaksanakan di Lapangan Mini Soccer Bintang, Ie Masen Kayee Adang, Ulee Kareng, Banda Aceh untuk U-12 dengan juara SSB Barona usai mengalahkan Talenta Aceh FA melalui drama adu penalti. Sebelumnya, dilaksanakan perebutan juara tiga, SSB Putra IMKA vs Talenta Aceh FA dengan skor akhir 1-4.

Usai pertandingan final U-12 berakhir, maka berakhirlah sudah turnamen sepakbola usia dini terbesar di Aceh. CEO Media Pos Aceh yang menjadi penyelenggara turnamen ini sempat menyatakan sebelum penutupan, “Sampai jumpa dalam turnamen serupa pada HUT ke-14 Pos Aceh.”(Muh)

Exit mobile version