Posaceh.com – Sekretaris Kementerian BUMN, Rabin Hattari mengatakan bahwa nilai transaksi belanja produk dalam negeri BUMN melalui pasar digital sebesar Rp28 triliun dari total transaksi senilai Rp550 triliun pada tahun 2022.
“Dari nilai realisasi belanja Rp550 triliun di tahun 2022, sekitar Rp28 triliunnya itu produk UMKM yang dibeli dari platform PaDi UMKM. Ini membuktikan bahwa BUMN kita aktif membeli produk UMKM,” ungkap Rabin di Jakarta, Sabtu (17/6).
Melihat data realisasi belanja produk dalam negeri BUMN yang tinggi, Rabin mengapresiasi langkah PT Pupuk Indonesia (Persero) dengan holding PT Perkebunan Nusantara III yang telah menyelenggarakan PaDi UMKM Expo tahun 2023.
Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN, Loto Srinaita Ginting mengatakan bahwa PaDi UMKM Expo menjadi upaya pemerintah mengembangkan pelaku UMKM nasional dengan menyediakan akses pasar yang baru.
Sebab, sampai saat ini telah ada 95 perusahaan BUMN dan anak perusahaannya yang telah mengimplementasikan PaDi UMKM dengan kurang lebih 8.000 buyer yang memiliki kewenangan untuk melakukan transaksi belanja di marketplace PaDi UMKM.
“Hal ini juga kita harapkan dapat membawa optimism kita termasuk para UMKM, bahwa BUMN siap menyerap produk-produk UMKM sesuai dengan kebutuhannya. Kami juga terus mendorong penggunaan PaDi UMKM oleh retail dari masyarakat terutama yang berasal dari karyawan BUMN maupun Kementerian BUMN,” kata Loto.
Loto melaporkan bahwa pelaksanaan PaDi UMKM Expo telah berhasil mengembangkan serta memperluas pasar pelaku UMKM nasional. Dia mencontohkan, seperti pelaksanaan expo perdana pada tahun 2021, terdapat 1.144 transaksi senilai Rp1,6 miliar.(Merdeka.com)
