posaceh.com, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Lodewijk F. Paulus meminta semua anggota dewan bisa lebih menghargai kearifan lokal. Seorang wakil rakyat juga diminta bersikap menghormati sesama.
Hal itu berkaca dari kasus anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan yang membuat pernyataan menyinggung masyarakat Jawa Barat.
“Ini juga kita menjaga, saya katakan tadi, kearifan lokal saling menghargai, masing-masing wilayah punya kearifan lokal, mari kita saling menghormati, saling menjaga, saling mengetahui,” ujar Lodewijk di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (21/1/2022).
Sekjen Golkar ini berharap anggota DPR tidak membuat gaduh. Apalagi jika mengulang masalah serupa yang dilakukan oleh Arteria.
“Sehingga tidak terjadi kegaduhan-kegaduhan. Saya harapkan demikian,” ujar Lodewijk.
Sebelumnya, Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Jawa Barat. Hal ini terkait pernyataan dalam Raker Komisi III dengan Jaksa Agung yang meminta Kajati rapat menggunakan bahasa Sunda dicopot.
Permintaan maaf itu disampaikan setelah melakukan klarifikasi kepada DPP PDI Perjuangan. Arteria Dahlan diterima oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun.
“Saya dengan sungguh-sungguh menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat Jawa Barat, khususnya masyarakat Sunda atas pernyataan saya beberapa waktu lalu,” ujar Arteria dikutip dari siaran pers, Kamis (10/1).
Arteria mengaku siap menerima sanksi dari DPP PDIP. Atas masalah ini, ia mengaku menyesal dan akan menjadi pelajaran ke depan.
“Saya menyerahkan sepenuhnya kepada DPP Partai. Sebagai Kader Partai saya siap menerima sanksi yang diberikan Partai. Saya belajar dari persoalan ini, dan terima kasih atas seluruh kritik yang diberikan ke saya, pastinya akan menjadi masukan bagi saya untuk berbuat lebih baik lagi,” kata Arteria dengan nada penyesalan.
Dalam klarifikasinya, Arteria berjanji akan lebih efektif dalam berkomunikasi.
“Saya sendiri akan lebih fokus dalam memperjuangkan keadilan bagi masyarakat, khususnya di dalam memerangi mafia narkoba, mafia tanah, mafia tambang, mafia pupuk, mafia pelabuhan/bandara/laut, mafia pangan dan BBM, dan berbagai upaya penegakkan hukum lainnya. Saya akan lebih bekerja secara silent tetapi mencapai sasaran penegakan hukum. Sekali lagi terima kasih atas semua kritik dan masukan yang diberikan kepada saya,” kata Arteria Dahlan. (merdeka.com)
