posaceh.com, Padang – Hujan lebat yang terjadi sejak Sabtu (10/10/2026) siang menyebabkan banjir di sejumlah tempat di Padang , Sumatera Barat. Orang Belasan dilaporkan terjebak dan memerlukan evakuasi.
Banjir juga menyebabkan kawasan perumahan mewah Luminpark di Lubuk Minturun yang pernah dihantam bencana serupa akhir November 2025 silam, kembali terendam.
Namun, belum ada laporan resmi terkait jumlah korban, karena proses evakuasi warga masih terus berlangsung hingga malam ini.
Kepala Badan Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton menyebut lokasi terparah dilanda banjir bandang kali ini adalah dua kecamatan yakni Kecamatan Kuranji dan kecamatan Koto Tangah.
Sejauh ini laporan dari dua kecamatan. Kecamatan Kuranji dan (Kecamatan) Koto Tangah,” kata Hendri kepada wartawan.
Di Kecamatan Kuranji, daerah terparah adalah kawasan Guo Lapau Munggu. Sementara di Kecamatan Koto Tangah, lokasi terparah di Taman Lumin dan Kampung Apa.
“Terparah di sana. Memang ada di daerah lain, namun tidak memisahkan lokasi-lokasi itu (Guo Kuranji dan Lumin Park),” katanya.
Ia mengatakan fokus tim saat ini adalah melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak.
“Kita fokus menyampaikan dulu,” tambahnya.
Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, kondisi udara masih cukup tinggi di beberapa titik dan mengganggu arus transportasi. Di jalanan di kawasan By Pass depan Rumah Sakit Siti Rahma, jalanan sudah tidak bisa dilalui karena kondisi udara yang semakin tinggi.
Kondisi serupa juga terpantau di depan pemakaman umum Tunggul Hitam. Kemacetan panjang juga terjadi karena kendaraan tidak bisa melintas.
CNNIndonesia.com juga menerima sejumlah video yang menampilkan kondisi warga yang terdampak. Sebagian di antaranya ada yang memilih naik ke loteng untuk menyelamatkan diri. Mereka meminta tim SAR memberikan bantuan darurat.
Hingga pukul 19.00 WIB, kondisi cuaca masih hujan. Namun di beberapa tempat hujan sudah mulai reda.(Muh/*)
