posaceh.com, Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh terus meningkatkan pemahaman pemasaran secara daring kepada pelaku UMKM di kota setempat, khususnya usaha yang memproduksi hasil laut.
“Kita sangat mendukung langkah ini, karena sudah saatnya pelaku UMKM maju, dan harus menguasai pemasaran digital, kita tidak boleh tertinggal dari kecanggihan teknologi, harus dimanfaatkan,” kata Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman, di Banda Aceh, Rabu, (8/9/2021).
Menyikapi kampanye bangga buatan Indonesia sedang digencarkan oleh pemerintah, Aminullah mendorong pelaku UMKM benar-benar mampu menguasai digital produk yang dihasilkan dapat terus berkembang.
“Produk hasil laut ini sangat diminati oleh masyarakat, sehingga memudahkan pelaku UMKM memajukan usahanya melalui digital,” ujarnya.
Sebagai implementasi, Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kota Banda Aceh terus meningkatkan pemahaman kepada kelompok UMKM pengolah hasil laut tersebut dengan memberikan pendidikan dan memfasilitasi mereka agar mendapatkan pelatihan (pemasaran daring).
“DPPKP selalu melakukan kunjungan ke tempat usaha para UMKM tersebut untuk melihat pengolahannya serta memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi,” kata Kepala DPPKP Banda Aceh Samsul Bahri melalui staf Kelautan Perikanan Erlia Andriana Adnan.
Erlia menyebutkan, sejauh ini terdapat 23 kelompok UMKM pengolah hasil laut dibawah binaan DPPKP Banda Aceh, mereka menghasilkan produk berbagai macam seperti keumamah, bakso ikan, kerupuk tiram dan lainnya.
“Untuk pemasaran produk sejauh ini dilakukan dengan sistem pengantaran sendiri ke pasar, tempat souvenir hingga ke rumah warga yang memesan,” ujarnya.
Dirinya menuturkan, kendala pemasaran produk kelompok usaha tersebut selama ini adalah para pelaku belum memahami tata cara penggunaan aplikasi penjualan daring.
“Pemakaian aplikasi penjualan online tidak dimengerti, karena itu kita lakukan pelatihan seperti pemasaran online, atau kita ada ikutkan mereka pada pelatihan yang dibuat Dinas Koperasi UKM Perdagangan,” katanya.
Ke depan, lanjut Erlia, DPPKP Banda Aceh akan terus meningkatkan sosialisasi dan pemberian pelatihan kepada pelaku UMKM tersebut, terutama soal pemasaran secara daring.
“Kita gencarkan sosialisasi bahwa penjualan online lebih maju, dan juga pelatihan untuk memberikan pembekalan kepada mereka,” kata Erlia. (ant)











