Internasional

Badai Belum Usai, Trump Siap Hantam Eropa Pakai Tarif “Gila” 4 Juli

20
FOTO/REUTERS

posaceh.com, Jakarta – Hubungan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) kini berada di ujung tanduk setelah Donald Trump melayangkan ancaman serius.

Presiden ke-47 Amerika Serikat tersebut memberikan tenggat waktu kepada Uni Eropa hingga 4 Juli 2026 untuk meratifikasi perjanjian perdagangan dengan AS atau mereka akan menghadapi pengenaan tarif yang jauh lebih tinggi.

Mengutip laporan The Guardian pada Kamis (7/5/2026), Trump menyampaikan ancaman tersebut setelah para pejabat Eropa gagal mencapai kesepakatan penuh terkait pakta perdagangan yang telah dibahas. Ketegangan ini muncul tepat saat Amerika Serikat tengah bersiap merayakan hari jadinya yang ke-250 tahun.

Trump menyatakan bahwa dirinya telah berbicara langsung dengan Kepala Uni Eropa, Ursula von der Leyen, mengenai masalah tersebut melalui unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social.

“Saya sepakat untuk memberinya waktu hingga Ulang Tahun ke-250 Negara kita atau, sayangnya, tarif mereka akan segera melonjak ke level yang jauh lebih tinggi,” tulis Trump dalam unggahan tersebut.

Menanggapi tekanan tersebut, Von der Leyen memberikan pernyataan pada hari Kamis bahwa blok Benua Biru tersebut telah membuat kemajuan yang baik menuju ratifikasi kesepakatan pada awal Juli mendatang.

“Kami tetap berkomitmen penuh, di kedua belah pihak, terhadap implementasinya,” ujar Von der Leyen dalam pernyataannya melalui akun media sosial X.

Blok UE yang beranggotakan 27 negara dan AS sebenarnya telah mencapai kesepakatan pada Juli tahun lalu, yang menetapkan tarif pada sebagian besar barang-barang Eropa sebesar 15%. Namun, Trump merasa tidak puas dengan lambatnya kecepatan implementasi kesepakatan tersebut oleh pihak Eropa.

Situasi menjadi semakin rumit setelah Mahkamah Agung AS memutuskan pada Februari lalu bahwa Trump telah melampaui wewenangnya dalam memberlakukan serangkaian tarif luas, termasuk terhadap Uni Eropa.

Sejak saat itu, pemerintahan Trump telah memberlakukan bea masuk sementara sebesar 10%, sementara pemerintahannya terus mencari cara yang lebih permanen untuk membangun kembali agenda perdagangannya.

Meskipun demikian, keputusan pengadilan tersebut tidak mempengaruhi tarif khusus sektor tertentu seperti otomotif. Di bawah perjanjian dengan Uni Eropa, tarif untuk mobil sebenarnya telah diturunkan menjadi 15%.

Karena kesepakatan tersebut masih menunggu persetujuan dari negara-negara anggota UE, Trump pekan lalu bersumpah akan menaikkan bea masuk pada mobil dan truk asal Uni Eropa menjadi 25%. Ia menuduh blok tersebut gagal memenuhi bagian dari kesepakatan yang telah dibuat.

Siprus, yang saat ini memegang kepemimpinan bergilir Dewan Uni Eropa, menyatakan keinginan mereka untuk menjaga momentum positif dalam pembicaraan dengan anggota Parlemen Eropa pada 19 Mei mendatang. Namun, Trump tampak sudah kehilangan kesabaran terhadap proses birokrasi di Eropa.

“Saya telah menunggu dengan sabar agar UE memenuhi bagian mereka dalam Kesepakatan Perdagangan Bersejarah yang kita sepakati di Turnberry, Skotlandia, kesepakatan perdagangan terbesar yang pernah ada!” tulis Trump.

Trump menegaskan kembali bahwa janji telah dibuat oleh pihak Eropa untuk segera menyelesaikan proses administratif tersebut. Ia menuntut agar tarif diturunkan secara drastis sesuai dengan pembicaraan awal mereka.

“Sebuah janji telah dibuat bahwa UE akan memberikan bagian dari Kesepakatan mereka dan, sesuai Perjanjian, memotong Tarif mereka menjadi NOL!” tegas Trump.

Pada akhir Maret lalu, para pembuat kebijakan di Uni Eropa sebenarnya telah memberikan lampu hijau terhadap kesepakatan tarif dengan Trump tersebut. Namun, para legislator tersebut juga mencari jaminan perlindungan tambahan bagi pihak mereka.

Meskipun telah mendapatkan persetujuan bersyarat dari Parlemen Eropa, kesepakatan itu masih harus dinegosiasikan lebih lanjut dengan negara-negara anggota Uni Eropa secara individu sebelum dapat diterapkan sepenuhnya oleh blok tersebut secara kolektif.

Kini, dunia menantikan apakah Uni Eropa mampu memenuhi tenggat waktu 4 Juli yang ditetapkan Trump untuk menghindari perang dagang yang lebih destruktif.(Muh/*)

Exit mobile version