News

Babak Baru Pemindahan IKN Setelah Prosesi Kendi Nusantara & Jokowi Berkemah

1875
Gubernur Aceh Nova Iriansyah, bersama Gubernur se-Indonesia saat mengahadiri Prosesi Penyatuan Tanah dan Air Nusantara, yang dipimpin langsung Oleh Presiden RI, Joko Widodo, di Titik Nol IKN, Balikpapan, Senin (14/03/2022). FOTO/ HUMAS PEMERINTAH ACEH

posaceh.com, Samarinda – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah bermalam dan melakukan prosesi kendi Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN). Beberapa titik sudah ditelusuri oleh Jokowi.

Mulai dari titik nol IKN hingga lokasi istana nantinya. Lalu bagaimana rencana pemerintah terkait pemindahan IKN?

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan, Wandy Tuturoong menjelaskan rencana pemindahan IKN masih sesuai rencana. Pekerjaan awal beberapa infrastruktur akan dilaksanakan oleh Kementerian PUPR.

“Tapi pekerjaan yang lebih rinci, sesuai rencana induk, perlu menunggu berbagai aturan turunan dari UU Nomor 3 Tahun 2022,” kata Wandy kepada merdeka.com, Selasa (15/3/2022).

Wandy menuturkan seluruh rencana pemindahan IKN nantinya akan diatur dalam aturan turunan. Dikoordinasikan langsung oleh Kepala Otorita Bambang Susantono.

“Iya untuk detailnya tetap harus menunggu aturan turunan. Semua pekerjaan pun harus dikoordinasikan oleh Kepala Otorita IKN,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Wandy menuturkan aturan turunan tersebut seharusnya selesai pada 15 April 2022. Hal itu berdasarkan Undang-undang Ibu Kota Negara (UU IKN) Nomor 3 Tahun 2022.

“Kalau berdasarkan UU, yang ditandatangani tanggal 15 Februari, paling lama 2 bulan. Jadi, 15 April sudah harus selesai,” ungkapnya.

Wandy menuturkan kunjungan ke lapangan Jokowi dan jajaran menteri bertujuan untuk memahami medan di IKN. Terlebih untuk mendekatkan diri dengan berbagai pemangku kepentingan di sana.

“Dalam prosesnya, itu diperlukan. Termasuk di dalamnya untuk membangun komunikasi yang efektif,” jelasnya.

Sementara itu, Jokowi meminta kepada Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono dan Wakil Kepala IKN Dhony Rahajoe serta para menteri untuk segera selesaikan aturan turunan pada Maret ini. Hal itu seiring dengan Bambang dan Dhony sudah resmi menjabat untuk mengurus proyek besar tersebut.

“Peraturan perundang-perundang yang merupakan perintah atau turunan dari undang-undang IKN ini bisa diselesaikan kalau bisa di bulan Maret ini selesai,” ungkapnya menggelar rapat terbatas perdana membahas IKN di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (10/3).

Kemudian Deputi Bidang Politik Hukum Pertahanan dan Keamanan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Slamet Soedarsono menuturkan nantinya pembangunan IKN akan bertahap hingga 2045.

Tahap Perwujudan IKN 2022-2024

Dia menuturkan pemindahan tahap awal 2022-2024 nantinya akan dimulai dengan infrastruktur dasar. Seperti air hingga energi yang dibutuhkan untuk penduduk pionir. Tak hanya nantinya pada tahap awal itu akan dibangun sarana utama seperti istana kepresidenan, perkantoran dan perumahan di KIPP.

“Kemudian ASN tahap awal termasuk TNI, Polri pada 2023,” bebernya.

Tahapan Perwujudan IKN 2025-2035

Lebih lanjut tahapan pada 2025-2035 nantinya akan pembangunan IKN sebagai area inti yang tangguh. Proyeksi nantinya yaitu mengembangkan fase kota berikutnya seperti pusat inovasi, dan ekonomi. Lalu menyelesaikan pemindahan pusat pemerintahan IKN.

“10 Tahun berikutnya membangun IKN sebagai area inti yang tangguh,” katanya.

Kemudian mengembangkan sektor-sektor ekonomi prioritas. Menerapkan sistem insentif untuk sektor-sektor ekonomi prioritas. Serta mencapai tujuan sustainable Development Goals (SDGs).

Tahapan Perwujudan IKN 2035-2045

Slamet menuturkan 10 tahun selanjutnya di IKN akan diproyeksikan membangun seluruh infrastruktur dan ekosistem tiga kota. Hal itu untuk melakukan percepatan pembangunan di Kalimantan Timur.

“10 tahun berikutnya lagi membangun infrastruktur dan ekosistem 3 kota. Jadi bukan hanya Samarinda dan Balikpapan, untuk mempercepat pembangunan provinsi Kaltimnya,” bebernya.

Dia merinci nantinya proyeksi yang akan dikerjakan yaitu memperluas pengambangan kota dan menyelesaikan konektivitas antar dan dalam kota. Lalu destinasi FDI nomor satu bagi sektor ekonomi prioritas di Indonesia.

 

Tak hanya itu saja, nantinya pada tahun 2035-2045 diproyeksikan terdapat 5 besar destinasi utama di Asia Tenggara bagi talenta global. Lanjut, nantinya pada tahun itu juga akan didorong jaringan utilitas yang berkelanjutan dengan mengimplementasikan enablers ekonomi sirkuler dan mengembangkan pusat inovasi dan pengembangan talenta.

Pada Tahun 2045

Slamet juga menuturkan pada 2045 di IKN diproyeksikan untuk memperkokoh reputasi sebagai kota dunia untuk semua. Diharapkan nantinya bisa menjadi kota terdepan di dunia dalam hal daya saing.

“10 Besar livable city di dunia dan mencapai net zero-carbon emission dan 100 persen energi terbuka pada kapasitas terpasang. Kota pertama di dunia dengan jumlah penduduk lebih dari 1 juta jiwa,” ungkapnya. (merdeka.com)

 

Exit mobile version