Internasional

AS-Israel Masih Serang Iran, Pakar Sebut Trump Putus Asa

275
Pakar senut Presiden Donald Trump putus asa berbuntut serangan AS-Israel ke Iran. FOTO/REUTERS

posaceh.com, Jakarta – Pakar politik menilai pidato terbaru Presiden  Donald Trump soal serangan bersama  Amerika Serikat dan  Israel terhadap Iran hanya menunjukkan keputusasaan dia.

Wakil presiden eksekutif Quincy Institute for Responsible Statecraft, Trita Parsi, mengatakan Trump tampaknya mencari-cari dalih untuk mendapatkan dukungan atas tindakan AS terhadap Iran.

“Sangat jelas bahwa Trump mengalami kesulitan besar dalam menemukan pembenaran untuk perang, pilihan yang telah ia mulai yang sebenarnya akan berhasil di mata basis pendukungnya,” kata Parsi kepada Al Jazeera , Minggu (1/3/2026).

Parsi lalu mewanti-wanti jika perang AS-Israel versus Iran berlanjut hingga beberapa pekan kemudian, maka akan ada bencana politik dan Trump harus bersiap.

“Jika ini berlanjut selama satu atau dua minggu lagi, ini akan menjadi bencana politik, jadi sekarang dia tiba-tiba, dengan putus asa, menggunakan segala macam pembenaran,” imbuh dia.

Trump sebelumnya mengatakan kepada surat kabar Daily Mail konflik dengan Iran bisa berlangsung selama empat pekan.

Presiden AS itu, kata Parsi, ingin memberi pesan kepada Iran mereka tak punya pilihan.

Trump dilaporkan telah menghubungi Iran dengan menawarkan gencatan senjata. Namun, negara Timur Tengah menolaknya.

“Saya pikir dia [Trump] sudah sampai pada kesimpulan bahwa keinginannya untuk mengakhiri perang ini dengan cepat telah menandakan dan kelemahan Iran akan mencoba memanfaatkan hal itu dan tidak akan menyetujui gencatan senjata sampai mereka menimbulkan kerugian yang signifikan bagi Amerika Serikat,” kata Parsi.

AS dan Israel meluncurkan serangan bersama ke Iran pada hari Sabtu. Mereka menggempur hampir seluruh wilayah di negara tersebut.

Imbas serangan tersebut, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas. Anak perempuan, menantu, dan cucu Khamenei juga ikut jadi korban meninggal.

Tak cuma mereka, menteri pertahanan Iran hingga Komandan Korps Garda Revolusi Iran tewas dalam serangan AS-Israel

Di hari yang sama Iran, membalas serangan kedua negara itu. Keesokan harinya, pada hari Minggu, setelah ada pengumuman resmi Khamenei terbunuh, IRGC melanjutkan operasi menggempur aset AS dan Israel.(Muh/*)

Exit mobile version