Internasional

AS akan Beli 500 Juta Dosis Vaksin untuk Disumbangkan ke Seluruh Dunia

1979
Joe Biden disuntik vaksin Covid-19. ©REUTERS/Leah Millis

posaceh.com, Amerika Serikat – Amerika Serikat (AS) akan membeli 500 juta dosis vaksin Covid-19 yang akan didistribusikan ke seluruh dunia. Ini merupakan komitmen AS dalam upaya global memerangi virus corona.

The Washington Post dan New York Times, mengutip sumber yang mengetahui hal ini, mengatakan Presiden Joe Biden akan mengumumkan secara resmi sumbangan besar dosis vaksin Pfizer-BioNTech ini dalam pertemuan G7 di Inggris dalam waktu dekat ini.

Langkah ini dipertimbangkan ketika AS menghadapi tekanan untuk melakukan upaya lebih dalam mengatasi kelangkaan vaksin global, di mana negara-negara kaya membeli vaksin dalam jumlah besar dan pandemi masih mengamuk di sebagian besar wilayah dunia.

AS sendiri telah memvaksinasi penuh lebih dari setengah penduduknya, dan angka infeksi telah menurun. Beberapa negara bagian bahkan telah menggunakan fasilitas seperti lotere jutaan dolar atau bir gratis untuk mendorong penyerapan pasokan vaksin di negara itu.

Biden mengisyaratkan pengumuman itu sebelum menaiki Air Force One menuju Inggris.

Ditanya apakah dia memiliki strategi vaksin untuk dunia, Biden menjawab: “Saya punya dan saya akan mengumumkannya.” Demikian dikutip dari AFP, Kamis (10/6).

Rencananya 200 juta dosis vaksin pertama dikirim tahun ini dan 300 juta dosis sisanya dikirim tahun depan.

Pekan lalu, Biden mengumumkan pengiriman gelombang pertama 6 juta dosis untuk didistribusikan di Amerika Tengah dan Karibia melalui program Covax global, sementara yang lain akan dikirim langsung dari Washington ke negara-negara seperti Meksiko.

Kehidupan perlahan kembali normal

Di negara-negara kaya seperti di Eropa, vaksinasi mendorong kembalinya aktivitas kehidupan berjalan normal kembali.

Di Prancis, kafe-kafe dibuka kembali pada Rabu, untuk pertama kalinya sejak ditutup selama berbulan-bulan. Warga juga diizinkan minum di kafe.

“Menyenangkan bisa ngopi di dalam. Kehidupan normal telah kembali secara perlahan,” kata pekerja transportasi, Hammou Mraoui, sembari menikmati secangkir kopi di sebuah kafe di Paris.

Selain kafe, Prancis juga mengizinkan tempat kebugaran beroperasi kembali.

Belgia juga mulai memperlonggar pembatasan, mengizinkan kafe dan restoran melayani makan di dalam ruangan, sementara pemakaian masker juga diperlonggar di Brussel.

Eropa juga terus mengalami lonjakan kasus di beberapa tempat seperti Portugal, menyebabkan Lisbon menunda untuk mencabut penerapan lockdown pada Rabu.

Namun kampanye vaksinasi Uni Eropa telah memunculkan harapan kehidupan akan segera kembali normal. Hampir setengah dari semua populasi orang dewasa di Uni Eropa telah menerika sedikitnya satu suntikan vaksin, di mana hampir 26 persen populasi telah divaksinasi penuh.

Sementara itu masih banyak negara di dunia masih berjuang mengatasi wabah, salah satunya karena keterbatasan vaksin. India yang telah dihantam pandemi cukup parah dalam beberapa bulan terakhir meminta bantuan pasokan vaksin dari Rusia dan China.

Nepal, yang baru 2 persen penduduknya yang telah divaksinasi penuh, kembali melakukan imunisasi pada Selasa setelah 1 juta lebih dosis vaksin Sinopharm tiba dari China.

Sri Lanka juga mulai melakukan vaksinasi menggunakan vaksin Sinopharm China setelah menerima 2 juta dosis pekan lalu.

sumber : merdeka.com

Exit mobile version