Internasional

Arab Saudi Mau Kalahkan Burj Khalifa, Lanjutkan Pembangunan Gedung Pencakar Langit 1.000 Meter

1773
×

Arab Saudi Mau Kalahkan Burj Khalifa, Lanjutkan Pembangunan Gedung Pencakar Langit 1.000 Meter

Sebarkan artikel ini
Proyek pembangunan gedung pencakar langit Jeddah setinggi 1.000 meter saat dihentikan pada 2018. Foto/Wikipedia

posaceh.com, Jeddah – Kerajaan Arab Saudi terus berusaha memenangkan perlombaan gedung pencakar langit yang telah menghiasi sejumlah negara, terutama Burj Khalifa di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Tak tanggung-tanggung, Arab Saudi melanjutkan kembali pembangunan gedung pencakar langit setinggi 1 km atau 1.000 meter di Jeddah.

Jika rampung nantinya, maka akan menjadi gedung pencakar langit tertinggi di dunia. Pembangunan sempat terhenti selama tujuh tahun, setelah Putra Mahkota Pangeran Momammed bin Salman (MBS) memberangus koruptor di seluruh kerajaan.

Upacara kelanjutan proyek dilaksanakan pada Rabu (2/10/2024) oleh konsorsium Jeddah Economic Company (JEC) yang dijadwalkan selesai pada tahun 2028. Gedung menara setinggi 1.000 meter itu baru selesai sepertiganya pada 2017, saat beberapa tokoh penting, termasuk ketua kontraktor utama dan konglomerat yang ikut mendanai proyek tersebut ditahan.

Masa kampanye anti-korupsi MBS telah menyebabkan ratusan orang diperiksa atas tuduhan korupsi. Pekerjaan sempat dilanjutkan setelah penangkapan, meskipun sempat terhenti pada awal tahun 2018. Pada Januari tahun itu, dengan meningkatnya kekhawatiran mengenai dampak ekonomi dari tindakan penangkapan para pengusaha, JEC mengatakan kepada CNN, pembangunan masih akan dilanjutkan.

Gangguan akibat pandemi Covid-19 juga dilaporkan menunda rencana melanjutkan pekerjaan. Upacara pekan ini dihadiri oleh salah satu pengusaha yang sebelumnya ditahan, Pangeran Saudi Alwaleed bin Talal, yang merupakan ketua Kingdom Holding Company, salah satu pendukung utama proyek tersebut.

Alwaleed, sepupu Putra Mahkota, dibebaskan hampir tiga bulan setelah penangkapannya, meski tidak diketahui alasan dan syarat apa dia dibebaskan. Setelah upacara, Alwaleed memposting video ke X yang menunjukkan rendering digital menara berkilauan dengan judul: “Kami kembali.”

Tokoh penting lainnya yang sempat ditangkap, Bakr bin Laden, ketua kontraktor utama gedung pencakar langit, Saudi Binladen Group. Sang maestro konstruksi, yang merupakan saudara tiri Osama bin Laden, dilaporkan dibebaskan pada tahun 2021, tiga tahun setelah penangkapannya.

Perusahaan keluarganya, yang juga memiliki saham di proyek Menara Jeddah, telah dipekerjakan kembali untuk menyelesaikan proyek konstruksi tersebut. Menurut pengumuman yang dipublikasikan melalui bursa saham Saudi, kontrak baru Saudi Binladen Group bernilai 7,2 miliar riyal atau sekitar Rp 29,7 triliun.

Di mana sekitar 1,1 miliar riyal, sekitar Rp 4,5 triliun telah dibayarkan untuk pekerjaan yang telah selesai. Saat ini gedung tersebut telah dibangun sampai 63 lantai dari 157 lantai. Meskipun upacara Rabu (2/10/2024) menandai pengumuman resmi pertama pembangunan kembali dilanjutkan, citra satelit yang diberikan kepada Newsweek oleh perusahaan AS Maxar Technologies dua bulan lalu menunjukkan pekerjaan sudah berlangsung di lokasi tersebut.

Pada September 2023, majalah MEED yang berbasis di Dubai melaporkan JEC telah mengundang kontraktor untuk mengajukan penawaran untuk proyek tersebut, meskipun pengembang menolak mengonfirmasi rencana tersebut kepada CNN saat itu.

Sebelumnya dikenal sebagai Kingdom Tower, gedung pencakar langit ini mulai dibangun pada tahun 2013 dan awalnya diharapkan selesai pada tahun 2020. Gedung ini akan lebih tinggi 152,4 meter dibandingkan Burj Khalifa di Dubai, yang saat ini masih menjadi gedung tertinggi di dunia.

Menghadap ke Laut Merah di ibu kota komersial Arab Saudi, Jeddah, gedung pencakar langit ini diharapkan memiliki ruang perkantoran, ritel, dan perumahan. Rencana awal, pertama kali diluncurkan pada 2011, mencakup sebuah hotel, pusat perbelanjaan, dan dek observasi tertinggi di dunia.

Kingdom Holding Company tidak menanggapi permintaan konfirmasi CNN pada Kamis (3/10/2024), spesifikasi desain dan bangunan tetap tidak berubah selama jeda. Gedung ini dirancang oleh arsitek AS, Adrian Smith, yang menggunakan tapak bangunan “tiga kelopak” dan bentuk aerodinamis yang meruncing untuk mengatasi tantangan teknis yang sangat besar dalam membangun gedung pada ketinggian tersebut.

Praktek arsitek yang berbasis di Chicago, Adrian Smith + Gordon Gill, mengatakan bentuk menara tersebut menimbulkan seikat daun yang menjulang dari tanah. Rencananya juga mencakup 59 elevator berbeda, yang oleh perusahaan disebut sebagai salah satu sistem elevator tercanggih di dunia.

Adrian Smith + Gordon Gill tidak menanggapi permintaan komentar CNN tentang dimulainya kembali pekerjaan tersebut. Gedung pencakar langit Jeddah akan menjadi permata mahkota dari pembangunan seluas 57 juta kaki persegi dan senilai $20 miliar yang dijuluki Kota Ekonomi Jeddah.

Berbicara kepada CNN pada 2018, chief development officer JEC saat itu, Hisham Jomah, mengatakan proyek tersebut mengubah pola pikir Jeddah, yang secara tradisional bertindak sebagai pintu gerbang ke kota suci Madinah dan Mekkah.

“Sebelum ada di sini, ini tidak dianggap sebagai tempat tinggal orang,” kata Jomah, yang telah meninggal dunia. “Kami menciptakan kota mandiri… sehingga Anda tidak perlu meninggalkan tempat ini,” tandasnya.(Muh/*)