posaceh.com, Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan program renovasi rumah yang saat ini tengah dilakukan tidak boleh lagi menggunakan atap seng dan asbes.
Menteri yang kerap disapa Ara ini mewajibkan kepada pengembang dan kontraktor untuk menggunakan genteng.
“Renovasi rumah ini atapnya tidak boleh pakai seng atau asbes, harus pakai genteng,” kata Ara saat meninjau renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) dan revitalisasi kawasan kumuh di Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat, Jumat (24/4/2026).
Ara pun meminta kepada pengembang dan kontraktor untuk menggunakan genteng dari UMKM di Majalengka dan Jatiwangi.
“Gentengnya dari Majalengka dan Jatiwangi, karena kita mesti paham, kita ini anak buahnya Presiden (Prabowo Subianto). Beliau mempunyai program gentengisasi,” lanjutnya.
Adapun alasan Ara tidak mau lagi memakai asbes dan seng saat menjalankan program renovasi rumah, selain mendukung program gentengisasi, tetapi juga upaya mengurangi penyakit tuberculosis (TBC), di mana menurutnya pemakaian asbes dan seng berkontribusi menjadi penyebab TBC marak di Indonesia.
“Saya sudah sepakat dengan Kementerian Kesehatan dan Pak Menteri Kesehatan (Menkes) sudah mau memberikan bantuan bedah rumah buat korban TBC, seperti yang Pak Menkes bilang, seng dan asbes itu bisa bikin TBC,” jelasnya.
Bahkan, menurutnya, Kementerian Kesehatan sempat memberitahukan penggunaan asbes dan seng juga bisa menyebabkan kanker.
“Karena itu membuat potensi rakyat jadi sakit. Selain TBC, bisa juga jadi penyebab kanker, jadi, tidak lagi pakai asbes ya, harus pakai genteng,” ujarnya.(Muh/*)
