Pemko Banda Aceh

Antisipasi Macet, Dishub Banda Aceh Atur Lalu Lintas Saat Meugang

478
Petugas Dishub Banda Aceh mengatur lalu lintas, pada Hari Meugang, di kawasan Beurawe, Kota Banda Aceh, Jumat (28/2/2025). FOTO/ DOK DISHUB BANDA ACEH

posaceh.com, Banda Aceh – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banda Aceh mengatur lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan pada Hari Meugang menjelang bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah, yang identik dengan meningkatnya aktivitas jual beli daging di sejumlah pasar tradisional, di wilayah Kota Banda Aceh.

Momen tersebut kerap memicu kemacetan di berbagai titik kota, terutama di kawasan pasar yang menjadi pusat keramaian. Kadishub Banda Aceh, Wahyudi SSTP MSi menjelaskan, pihaknya melakukan pengaturan arus lalu lintas demi menjaga kelancaran dan kenyamanan masyarakat, khususnya menjelang Ramadan.

“Dengan adanya penempatan pedagang daging Meugang, tentu harus dilakukan pengawasan karena arus lalu lintas akan meningkat di kawasan itu dan dikhawatirkan dapat terjadi kemacetan,” ujar Wahyudi, di Banda Aceh, Sabtu (1/3/2025).

Penempatan petugas tersebut dilakukan di beberapa pasar yang mengalami lonjakan aktivitas, seperti Pasar Peunayoeng, Pasar Al-Mahirah Lamdingin, dan Pasar Seutui, menjadi titik fokus pengaturan lalu lintas oleh Dishub. Petugas akan ditempatkan di lokasi-lokasi tersebut untuk mengurai potensi kemacetan.

Petugas Dishub Banda Aceh bersiaga untuk mengatur lalu lintas pada Hari Meugang, di kawasan Pasar Kampung Ateuk Pahlawan, Kota Banda Aceh, Jumat (28/2/2025). FOTO/ DOK DISHUB BANDA ACEH

“Kami menerapkan pola pengaturan lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan kendaraan yang dapat mengganggu aktivitas warga,” lanjut Wahyudi.

Selain pengaturan arus kendaraan, Dishub Banda Aceh juga telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam memastikan jalur-jalur alternatif dapat digunakan secara optimal, terutama bila terjadi kemacetan parah di sekitar area pasar.

Wahyudi menegaskan, kesuksesan pengaturan lalu lintas tidak bisa hanya mengandalkan kerja aparat semata, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif dari masyarakat.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dan kesadaran masyarakat sangat kami harapkan agar upaya yang telah kami lakukan bisa berjalan dengan optimal. Jika semua pihak saling bekerja sama, maka kenyamanan dan kelancaran selama bulan puasa dapat terwujud,” pungkasnya.(Adv)

Exit mobile version