Anggota Pramuka MIN 10 Aceh Besar Buat Sketsa Peta Panorama

  • Bagikan
Anggota Pramuka GuDep MIN 10 Aceh Besar sedang menggunakan teropong untuk membuat peta Panorama di Lamme Garot, Montasik, Selasa (21/5/2024) FOTO/MC ACEH BESAR

posaceh.com, Kota Jantho – Puluhan Anggota Gerakan Pramuka Gugus Depan (GuDep) MIN 10 Aceh Besar mengikuti latihan rutin di lingkungan madrasah tersebut, di Lamme Garot, Montasik, Selasa (21/5/2024).

Latihan yang digelar pada pekan ini tentang metode dan praktik membuat sketsa peta Panorama. Anggota pramuka harus mengenal berbagai materi tentang peta, sebagai salah satu pembekalan untuk bertahan hidup di alam terbuka maupun kegiatan lainnya terkait keterampilan dalam kepramukaan (scouting skill).

“Latihan hari ini bagi anggota pramuka GuDep MIN 10 Aceh Besar, yaitu mempelajari materi tentang Peta Panorama hingga bisa membuat sketsanya,” ujar Pembina salah seorang Pramuka Gudep MIN 10, Dermiansyah S.Pd saat membina peserta didiknya.

Dijelaskan bahwa keterampilan membuat panorama atau sketsa pemandangan kerap kali menjadi materi dalam lomba kepramukaan bersama dengan menaksir tinggi, menaksir lebar sungai, peta pita, dan peta lapangan.

“Sketsa Panorama yaitu membuat gambar suatu pemandangan (medan alam) dalam bentuk sketsa (gambar sederhana) yang menunjukkan suatu daerah dengan sudut pandang tertentu,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan panorama berguna untuk melukiskan situasi dan kondisi suatu tempat pada satu waktu, sehingga ketika suatu saat kembali lagi ke daerah tersebut kita akan dapat melihat perubahan-perubahan yang terjadi.

“Membuat sketsa pemandangan, panorama, atau peta panorama, berbeda dengan melukis pemandangan pada umumnya. Dalam membuat panorama mempunyai beberapa aturan yang membedakannya dari gambar biasa, baik segi peralatan dan teknik menggambar,” tambahnya.

Adapun alat-alat yang harus disediakan dalam membuat sketsa peta panorama yaitu kertas gambar, pensil, penggaris, bolpoint,kompas, dan alat pembidik untuk menggambar dan menuliskan data-data.

“Alat pembidik merupakan alat khusus dengan lubang berbentuk persegi panjang dengan dua garis bersilangan di tengahnya yang bisa dibuat dengan melubangi karton atau menggunakan bungkus korek api,” imbuhnya.

Sementara secara terpisah, Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 10 Aceh Besar Hardini, S.Pd.I yang juga selaku Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan tersebut, mengatakan latihan pramuka di gudepnya dilaksanakan setiap hari selasa sore. “Disini, latihan dilakukan setiap selasa sore, hanya diikuti oleh siswa kelas IV hingga VI, ” sebutnya.(Sirat/*)

 

  • Bagikan