POSACEH.COM, BANDA ACEH – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh dari Partai Gerindra, Ramza Harli, SE membantu korban kebakaran rumah dan panglong kayu perabot di Gampong Geuceu Kayee Jato, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh, Senin (12/10/2020).
Kepada korban kebakaran, Ramza Harli berpesan untuk tabah dalam menghadapi cobaan. “Saya berharap kepada Keuchik Murhaban agar tabah menghadapi cobaan ini, karena semua yang kita miliki di dunia ini adalah titipan Allah SWT,” harapnya.
Disisi lain, Ramza Harli yang berkunjung dengan sejumlah pengurus Gerindra Kota Banda Aceh mengatakan, agar kita semua dapat mengambil hikmah dari musibah itu. Disamping itu, pihaknya juga akan mengupayakan pengurusan bantuan balai pengajian yang ikut terbakar tersebut melalui dinas terkait.
“Mudah-mudahan kita dapat mengambil hikmahnya atas apa yang telah terjadi ini. Kita berharap akan berdatangan bantuan-bantuan dari berbagai pihak, dan saya akan mengusahakan mengurus melalui dinas dayah dan dinas syariat islam untuk dapat membangun kembali balai pengajian yang telah terbakar tersebut,” katanya.
Politisi Partai Gerindra ini menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa kebutuhan sehari-hari kepada korban, berupa uang tunai, alat memasak, kebutuhan rumah tangga dan sembako. “Ini adalah bantuan kemanusiaan, semoga bermanfaat,” harap Ramza Harli.
Kepada Media Pos Aceh, Senin (12/10/2020) menyampaikan agar seluruh warga kota untuk dapat berhati-hati dan waspada dalam kondisi cuaca yang sangat ekstrim dalam seminggu terakhir ini. “Situasi angin kencang, hujan harus menjadi perhatian pemerintah dan warga dalam beraktifitas,” demikian Ramza Harli SE, Anggota DPRK Banda Aceh Fraksi Gerindra.
Seperti diketahui, rumah dua lantai milik kepala desa atau keuchik di Gampong Geuceu Kayee Jato, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh, Murhaban (41), terbakar, Sabtu (10/10/2020) menjelang shubuh. Akibat kebakaran tersebut, dua mahasiswi Akper Tengku Fakinah, Banda Aceh meninggal dunia karena terjebak di lantai II rumah tersebut yang mereka tempati sebagai kamar kos.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Banda Aceh, Rizha di Banda Aceh mengatakan rumah dua lantai yang berkonstruksi permanen itu, dilalap si jago merah sekitar pukul 05.55 WIB. “Didapati dua korban meninggal dunia, yaitu anak kos yang menepati rumah tersebut,” katanya.
Kedua mahasiswi yang meninggal itu bernama Zahara Maulizar (20) asal Julok, Aceh Timur dan Riana Safitri (20) asal Saree, Aceh Besar. Lebih lanjut, Dia menjelaskan peristiwa tersebut awalnya diketahui langsung oleh pemilik rumah. Saat itu, pemilik rumah melihat langsung api dan asap mengepul dari tempat usaha mebel itu.
Setelah mendapat informasi, katanya, pihak DPKP Banda Aceh mengerahkan empat mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian. Api dapat dipadamkan sekitar pukul 06.30 WIB. “Di sela-sela upaya pendinginan itu petugas menemukan dua anak kos telah meninggal dunia dan langsung dilakukan evakuasi,” ujarnya.
Dia menjelaskan dalam proses pemadaman kebakaran, petugas dibantu pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN), Palang Merah Indonesia (PMI), Polsek Banda Raya, serta Polresta Banda Aceh, dan koramil setempat dalam hal pengamanan di lokasi kejadian. Belum diketahui jumlah kerugian materiil yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut. (Adv)











