Parlementaria

Anggota DPRK Banda Aceh M Arifin Kunjungi dan Bantu Korban Kebakaran

1928
×

Anggota DPRK Banda Aceh M Arifin Kunjungi dan Bantu Korban Kebakaran

Sebarkan artikel ini
FOTO/ HUMAS DPRK BANDA ACEH Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, M Arifin mengunjungi dan membantu korban kebakaran di Genceu Kayee Jato, Banda Aceh, Minggu (11/10/2020) pagi.

POSACEH.COM, BANDA ACEH – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, daerah pemilihan Banda Raya dan Jaya Baru, Fraksi Demokrat M. Arifin mengunjungi dan membantu korban kebakaran di Geceu Kayee Jato, Banda Aceh, Minggu (11/10/2020) pagi.

Di lokasi musibah kebakaran, M Arifin berpesan kepada para korban untuk tabah dalam menghadapi cobaan. “Musibah ini adalah ujian dari Allah SWT, maka itu kita semua mesti tabah dan sabar dalam menghadapi cobaan ini,” pesannya.

Politisi Partai Demokrat ini menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa kebutuhan sehari-hari kepada warga yang terdampak, berupa beras, mi instan, telur, air mineral dan lain-lain.

“Ini adalah bantuan kemanusiaan, semoga meringankan beban saudara-saudara kita. Ini adalah salah satu bentuk partisipasi aktif saya, karena Kecamatan ini adalah wilayah atau daerah pemilihan saya,” harap M Arifin, Politisi Partai Demokrat.

Seperti diketahui, rumah dua lantai milik kepala desa atau keuchik di Gampong Kayee Jato, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh, Murhaban (41), terbakar, Sabtu (10/10/2020) menjelang shubuh. Akibat kebakaran tersebut, dua mahasiswi Akper Teuku Fakinah, Banda Aceh meninggal dunia karena terjebak di lantai II rumah tersebut yang mereka tempati sebagai kos.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Banda Aceh Rizha di Banda Aceh mengatakan rumah dua lantai yang berkonstruksi permanen itu, dilalap si jago merah sekitar pukul 05.55 WIB. “Didapati dua korban meninggal dunia, yaitu anak kos (indekos) yang menepati rumah tersebut,” katanya.

Kedua mahasiswi yang meninggal itu bernama Zahara Maulizar (20) asal Julok, Aceh Timur dan Riana Safitri (20) asal Saree, Aceh Besar. Lebih lanjut, Dia menjelaskan peristiwa tersebut awalnya diketahui langsung oleh pemilik rumah. Saat itu, pemilik rumah melihat langsung api dan asap mengepul dari tempat usaha mebel itu.

Setelah mendapat informasi, katanya, pihak DPKP Banda Aceh mengerahkan empat mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian. Api dapat dipadamkan sekitar pukul 06.30 WIB. “Di sela-sela upaya pendinginan itu petugas menemukan dua anak kos telah meninggal dunia dan langsung dilakukan evakuasi,” ujarnya.

Dia menjelaskan dalam proses pemadaman kebakaran, petugas dibantu pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN), Palang Merah Indonesia (PMI), Polsek Banda Raya, serta Polresta Banda Aceh, dan koramil setempat dalam hal pengamanan di lokasi kejadian. Belum diketahui jumlah kerugian materiil yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut. (Adv)