posaceh.com, Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh H Aminullah Usman, SE Ak MM meresmikan dua Balai Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Kecamatan Kutaraja dan Baiturrahman, di Desa Peulanggahan, Kamis (20/1/2022).
Menurut Aminullah Usman, kedua rumah penyuluh KB ini merupakan pelengkap balai KB di Kota Banda Aceh yang sebelumnya telah terbangun tujuh unit.
“Kami Pemerintah Kota Banda Aceh mengucapkan terima kasih kepada perwakilan BKkbN Aceh yang sudi mengalokasikan anggaran pembangunan balai PKB di Kota Banda Aceh yang sebelumnya tujuh unit, namun sekarang menjadi sembilan, dengan demikian semua Kecamatan memiliki Balai PKB,” katanya.
FOTO/ABDUL MUIZ
Ia menjelaskan, tujuan pembangunan balai penyuluh KB merupakan sarana pembantu kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi penyuluh KB kecamatan dalam program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana di tingkat kecamatan.
“Harapan kita semua dengan adanya balai penyuluh KB ini maka para penyuluh kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga yang ada dapat lebih maksimal dalam membina warga untuk mengetahui secara detail pentingnya program KB dalam menjalankan pembangunan guna mewujudkan keluarga sejahtera,” jelasnya.
Selain itu, menurut Aminullah Usman, fungsi balai KB juga untuk meningkatkan gizi dan kesehatan bagi warga Kota Banda Aceh, karena membatasi kelahiran anak menjadi faktor utama dalam meningkatkan kesehatan, baik anak maupun ibu.
“Dengan pendampingan dan kontrol yang diberikan oleh petugas KB untuk warga dalam membatasi angka kelahiran menjadi faktor utama dalam meningkatkan kesehatan warga Banda Aceh, karena jarak kelahiran yang dekat dapat menyebabkan stunting,” tuturnya.
Aminullah juga berharap, kehadiran balai KB dapat memberikan pemahaman bagi warga terkait ASI dan asuh bagi anak-anak.
“Kita berharap kehadiran balai KB ini dapat membantu warga Kota Banda Aceh dalam penyediaan ASI bagi anak dan hak asuh bagi anak, sehingga kesehatan bagi anak-anak terjamin, termasuk hak pendidikan anak-anak,” ujarnya.
Aminullah juga menegaskan, pentingnya berencana bagi pasangan muda menjadi kunci kesuksesan penyelenggaraan hidup sehat, dimana banyak kasus stunting terjadi akibat rencana keluarga yang tidak matang dari pasangan.
“Pasangan muda harus konsen pada penyelenggaraan kehidupan yang sehat bagi anak-anak, salah satunya menyiapkan gizi yang cukup bagi anak serta memiliki program kelahiran anak yang matang, dengan demikian angka stunting dapat ditekan hingga angka terendah,” ungkap Aminullah Usman.
FOTO/ABDUL MUIZ
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk (DP3AP2KB) Kota Banda Aceh, Cut Azharida, SH, mengatakan, pembangunan Balai Penyuluh KB sebanyak dua unit yang berada di Kecamatan Kuta Raja dan Kecamatan Baiturrahman dengan menggunakan anggaran dari Dana Alokasi Khusus dari BKKBN, sedangkan lahan merupakan milik Pemerintah Kota Banda Aceh.
“Jadi total seluruh Balai Penyuluh KB yang telah kita bangun dari tahun 2010 s/d 2021 berjumlah sembilan Balai yang berada di sembilan kecamatan dalam kota Banda Aceh yang kesemua anggarannya berasal dari dana DAK BKKBN dan lahannya adalah milik Pemko Banda Aceh,” katanya.
Menurutnya, pembangunan balai penyuluh KB kita laksanakan sesuai dengan kebijakan dari pemerintah pusat bahwa di setiap kecamatan harus mempunyai balai penyuluh.
“Pembangunan ini kita laksanakan sesuai aturan Pemerintah pusat, dimana setiap Kecamatan harus memiliki balai penyuluh, dan saat ini target balai penyuluh KB di Kota Banda Aceh telah tercapai,” terangnya.
Selanjutnya, Cut Azharida juga berharap, agar kader KB di Kecamatan Kutaraja dan Baiturrahman dapat meningkatkan pelayanan KB dan melakukan pendampingan kepada warga di setiap desa secara maksimal.
“Saya harap kehadiran balai KB dapat meningkatkan pelayanan kepada warga, agar target penurunan angka stunting dan pelayanan KB dapat terlaksana dengan baik,” pungkasnya.
Sementara itu, Koordinator Bidang Advokasi BKKBN Saflawi menyampaikan kehadiran Balai ini tak terlepas dari andil Wali Kota Aminullah Usman yang terus berupaya memberikan yang terbaik untuk warga Kota.
“Kita menilai Wali Kota Aminullah sangat mendukung program Bangga Kencana dan upaya pencegahan stunting di kota Banda Aceh, itu dibuktikan dengan penurunan angka stunting hingga 23,4 persen, dan terbaik di Aceh,” kata Saflawi
Turut hadir pada peresmian Balai Penyuluh KB tersebut, Wakil Ketua DPR Kota Banda Aceh, Usman, SE, Ketua Komisi IV, Tati Meutia Asmara Perwakilan BKKBN Aceh Saflawi, Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Cut Azharida, Ketua TP PKK Kota Banda Aceh Nurmiati AR, dan Muspika Kecamatan Kutaraja serta para penyuluh KB kota Banda Aceh.
Pada kesempatan tersebut juga turut diberikan penghargaan secara simbolis kepada Gampong KB yang berprestasi, fasilitas kesehatan yang sudah berperan aktif dalam program metode kontrasepsi jangka panjang, sekolah yang telah membentuk pusat konseling remaja (Pik-R), dan kepada koordinator penyuluh KB kecamatan. (Muiz)
