posaceh.com, Banda Aceh – Nama Aminullah Usman tentunya tidak asing lagi bagi warga Kota Banda Aceh, apalagi bagi pegawai Bank Aceh Syariah yang dulunya bernama Bank BPD Aceh. Kiprahnya mengubah Bank BPD Aceh selama 10 tahun, dari 2000-2010 telah menunjukkan perkembangan pesat sampai saat ini. Dari awalnya bank daerah ini berskala kecil, terus menyebar luas sampai daerah pelosok pedesaan.
Berapa kawasan di poros tengah dan barat-selatan Aceh yang belum ada kantor cabang, selama kepemimpinannya dibentuk kantor cabang Bank BPD Aceh. Begitu juga dengan mesin ATM yang terus menyebar luas sampai saat ini.
Itulah Aminullah Usman, yang mampu mengubah sebuah lembaga keuangan daerah dengan sangat baik dan berlanjut dengan membangun Kota Banda Aceh lebih baik lagi pada periode pertamanya, 2017-2022.
Sejumlah karya besar pria kelahiran 1 Agustus 1958 di Desa Seuradeuk, Kecamatan Woyla Timur itu telah ditunjukkan saat memimpin Kota Banda Aceh dari 2017 sampai 2022. Salah satunya, tidak ada lagi kawasan kumuh di tengah-tengah perkotaan.
Sederetan penghargaan juga telah diterimanya saat memimpin Kota Banda Aceh. Seperti Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2021 dan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke-12 kali berturut-turut atas laporan keuangan daerah.
Dengan keberhasilan dalam bidang administrasi, berlanjut dengan penataan kawasan dagang Peunayong, Banda Aceh dan lainnya di seputaran Kota Banda Aceh. Pemindahan pasar ikan dan sayur dari Peunayong ke Lamdingin bisa disebut fenomenal.
Pasar ikan yang telah berdiri sejak beberapa dekade lalu, kini telah menjadi taman indah yang dimanfaatkan warga untuk bersantai pada sore dan malam hari. Bantaran sungai juga telah dibangun tempat jajanan yang dimanfaatkan warga duduk santai, juga pada sore dan malam hari yang menjadi bagian dari program Wisata Kota Tua. Bahkan dalam misi dan misi yang diusungnya, Aminullah menawarkan konsep pembangunan kota yang modern dan menjadikan Banda Aceh sebagai kota dagang yang modern.
Sedangkan pasar Almahirah di Lamdingin, dengan luas beberapa hektare terus dibenahi dengan berbagai fasilitas tambahan, agar warga lebih aman dan tenang saat berbelanja. Di tempat ini, pasar ikan, ayam, daging dan sayur-mayur terus dipenuhi warga yang berbelanja, khususnya pada pagi hari.
Aminullah yang berpasangan dengan Isnaini Husda memiliki rencana strategis, dimana jika nantinya warga Kota Banda Aceh mempercayainya untuk kembali memimpin Banda Aceh. Aminullah akan mengembangkan Pasar Almahirah sebagai pasar induk modern.
Lebih jauh lagi, kawasan wisata Kampung Jawa, dekat tempat pembuangan sampah juga dibenahi. Sejumlah kios atau kedai telah dibongkar untuk dibangun bangunan permanen dan juga dibangun situs Kilometer Nol Banda Aceh.
Banda Aceh telah menjadi kota wisata bagi warga Aceh sendiri maupun luar Aceh, nasional dan juga dari mancanegara. Aminullah yang didampingi sang istri Nurmiaty terus berusaha membangun kota ini lebih baik lagi, sehingga tampak indah dan asri, seperti kawasan bersejarah, Rex Peunayong juga telah dibenahi.
Sudah tampak dengan jelas, peningkatan perekonomian masyarakat menjadi prioritas kerjanya, termasuk mendirikan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) PT Mahirah Muamalah pada awal masa kepemimpinannya. Dengan tujuan, memotong jaringan mafia rentenir yang kerap beroperasi di pasar-pasar dengan bunga mencekik leher.
Berbagai pembangunan infrastruktur lainnya juga telah dilaksanakan selama memimpin Kota Banda Aceh oleh pria lulusan S2 Manajemen Unsyiah, Banda Aceh 2001 ini yang akan dilanjutkannya kembali jika terpilih lagi untuk kedua kalinya.
Calon Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman yang berpasangan dengan calon Wakil Wali Kota Isnaini Husda, Ketua Partai Demokrat Banda Aceh mengusung tema kampanye: “Banda Aceh Kota Islami, Gemilang dan Berkelanjutan.”
Dalam berbagai kesempatan, Aminullah terus menasbihkan diri sebagai calon pemimpin yang akan mampu memenuhi aspirasi masyarakat kota. Salah satunya, bagi setiap pasangan yang akan menikah, maka akan diberi bantuan biaya pernikahan dengan syarat dan ketentuan berlaku, seperti khusus bagi pasangan Banda Aceh.
Untuk sektor perekonomian, Ketua PAN Banda Aceh ini telah membentuk Bank Mahirah Muamalah yang bisa dimanfaatkan para pedagang kaki lima (PKL) dan UMKM untuk mendapatkan bantuan modal usaha. Program lainnya, jika terpilih, Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah Aceh itu akan menggelar sejumlah even besar untuk menggaet wisatawan lokal, nasional dan mancanegara sebanyak-banyaknya.
Dia sempat menyatakan dengan banyaknya wisatawan yang datang, maka para pelaku UMKM, termasuk transportasi online akan menerima dampaknya.
“Saya berharap, jika terpilih, sebanyak 1 juta wisatawan akan datang ke Banda Aceh,” ujarnya.
Seiring pariwisata yang akan menjadi perhatian Pemko Banda Aceh nantinya dari pria ini yang masuk BPD Aceh pada 1984, berbagai rencana telah dipersiapkan, sehingga dapat menjadi penyangga para wisatawan. Dia akan membentuk Entrepreneur Milenial dan juga kaum perempuan dalam upaya meningkatkan perekonomian keluarga.
Aminullah menegaskan rakyat akan sejahtera jika perekonomiannya sudah baik, terutama bagi telah mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Dia mengakui pertumbuhan ekonomi harus dibarengi dengan peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM).
Untuk urusan stimulus, Aminullah telah melaksanakan sejumlah program saat menjadi Wali Kota Banda Aceh, seperti bantuan pengembang kerang di Alue Naga, membangun 800 unit rumah dhuafa dan meningkatkan jumlah pelaku UMKM, dari 8.000 menjadi 17.000 orang.
Aminullah juga ingin melanjutkan kembali program rumah dhuafa jika terpilih lagi untuk periode kedua. Dia menilai, orang tidak mampu harus memiliki rumah layak huni. Saat ini, kawasan kumuh masih terdapat di pinggiran tempat pembungan akhir (TPA) di Kampung Jawa, hampir seluruhnya warga pendatang dari luar Banda Aceh.
Untuk urusan kemanusiaan, pria lulusan SMEA Negeri Meulaboh 1977 itu saat memimpin Kota Banda Aceh terjadi Covid-19, yang memaksanya fokus pada kemanusiaan. Dia menegaskan lebih baik menyelamatkan masyarakat dari virus mematikan tersebut, dibandingkan harus membangun berbagai prasana-sarana.
Dalam sebuah kesempatan, dia juga mengatakan sejumlah aturan yang tidak berjalan lagi saat ini, seperti bantuan kematian dan ibu melahirkan akan diaktfikan kembali jika terpilih lagi nantinya. Tetapi, kembali disesuaikan dengan regulasi yang berlaku.
Tamatan S1 Akutansi Unsyiah, Banda Aceh 1986 tersebut juga menyinggung pelaksanaan syariat Islam selama masa kepemimpinnya yang semakin membaik. Dia menyatakan angka pelanggaran syariat terus turun dibandingkan periode sebelum kepemimpinannya.
Dia juga sempat menyinggung tentang hutang Pemko Banda Aceh seusai jabatannya berakhir. Aminullah menegaskan hal tersebut tidak benar, karena seluruh hutang telah dilunasinnya.
Untuk urusan sepakbola, pria lulusan MIN Teunom 1972 dan MTsN Teunom 1975 itu tidak perlu diragukan lagi, bahkan sempat ditabalkan dengan nama ‘Bang Carlos’ saat masih aktif bermain sepakbola. Saat sepakbola usia dini 12-13 HUT Media Pos Aceh ke-12, Aminullah menegaskan akan mengubah even kecil ini menjadi setingkat Wali Kota Cup dengan melibatkan lebih banyak lagi tim sasana sepakbola (SSB).
Sementara itu, dukungan dari berbagai kalangan terus mengalir ke pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Walikota no urut 3 ini. Seperti Perempuan Bangsa PKB Banda Aceh dan Ormas ORWARI, Dewan Pimpinan Daerah Barisan Pemuda Nusantara (DPD Bapera) Banda Aceh, keuchik dan lainnya sampai organisasi tranportasi online Banda Aceh.
Dari berbagai program yang ditawarkan Aminullah Usman-Isnaini Husda, tentunya akan dapat dilihat dalam debat pertama yang disiarakan di televisi nasional dan lokal bersama tiga paslon lainnya pada 30 September 2024.
Paslon lainnya, Illiza Sa’aduddin Djamal dan Afdhal Khalilullah Mukhlis dengan no urut 1. Kemudian, paslon Zainal Arifin dan Mulia Rahman dengan no urut 2 dan paslon Teuku Irwan Djohan dan Khairul Amal dengan no urut 4.(Muh)











