Parlementaria

Alhamdulillah, Sejak Pak Aminullah Usman Memimpin Kota Banda Aceh Berbagai Pembangunan Diselesaikan

2192
×

Alhamdulillah, Sejak Pak Aminullah Usman Memimpin Kota Banda Aceh Berbagai Pembangunan Diselesaikan

Sebarkan artikel ini
Foto: Usman SE, Wakil Ketua DPRK Banda Aceh

posaceh.com, Banda Aceh – Menanggapi kritik yang disampaikan oleh Pengamat kebijakan publik, DR Nasrul Zaman, ST., M.Kes yang menilai Wali Kota Banda Aceh gagal membangun infrstruktur, Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Usman SE, menilai itu kritik yang tidak berdasarkan data yang valid. Berdasarkan penilannya sebagai Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Usman melihat sejak Bapak Aminullah Usman dan Bapak Zainal Arifin memimpin Kota Banda Aceh justru berbagai pembangunan telah diselesaikan.

Kepada posaceh.com, Usman mengatakan, Banda Aceh mencapai target vaksinasi terbanyak, bahkan berbagai penghargaan berhasil diraih Pemko Banda Aceh dibawah kepemimpinan Bapak Aminullah dan Bapak Zainal. “Saya sudah lihat langsung di ruang pak wali banyak penghargaan baik secara daerah, nasional maupun internasinal terpajang. Ini bukti bahwa berbagai pembangunan berhasil diselesaikan,” katanya, Minggu (26/12/2021).

Dalam empat tahun kepemimpinan Bapak Aminullah – Bapak Zainal pembangunan yang dilakukan adalah meningkatnya layanan air minum dan sanitasi. Pada Tahun 2019 melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pemerintah Kota Banda Aceh telah berhasil membangun Reservoir Raksasa berkapasitas 3.000 meter kubik untuk melayani 15 ribu sampai dengan 20 ribu pelanggan di Kecamatan Baiturrahman, Meuraxa, Jaya Baru dan sebagian Kuta Raja.
“Reservoir yang berlokasi di Taman Sari Kecamatan Baiturrahman ini juga dilengkapi dengan empat Booster Pump yang berfungsi sebagai mesin pompa agar tekanan air bersih dapat teraliri hingga ke rumah-rumah warga,” tegasnya.

Begitu juga dalam rangka upaya peningkatkan kapasitas instalasi pengolahan air minum Lubuk Batee Lambaro Aceh Besar, dimasa pemerintahan Bapak Aminullah-Bapak Zainal juga telah meningkatan kapasitas air dari 500 Liter per detik ke 800 Liter per detik untuk pelayanan air bersih ke wilayah Kota Banda Aceh.
“Tak tangung-tangung Bapak Aminullah-Bapak Zainal juga melakukan upgrading WTP Lambaro selain untuk meningkatkan kapasitas produksi juga sebagai memperbaiki kualitas air bersih. Hingga saat ini cakupan layanan air bersih sudah menjangkau 94,03 persen jumlah penduduk seluruh Kota Banda Aceh,” ujarnya.

Tak hanya itu, tahun 2020 juga dilakukan peningkatan jaringan pipa sekunder DN 355 mm (14 inchi) dikawasan permukiman Kecamatan Ulee Kareng dan Kecamatan Syiah Kuala. Pekerjaan ini bertujuan mengganti pipa sekunder dari pipa PVC 300 mm ke Pipa HDPE 355 mm sepanjang 3.200 m. “Mulai dari Jembatan Pango, Gampong Pango Raya sampai ke Simpang Latsus Gampong Ie Masen Kayee Adang, ini capaian luar biasa,” ungkapnya.

“Dalam rangka mendukung ketersediaan air bersih di pasar Al Mahirah, Bapak Aminullah-Bapak Zainal juga membangun reservoir untuk kebutuhan para pedagang dan pengunjung guna kenyamanan masyarakat. Apa pasar sebesar itu beserta kelengkapannya bukan infrastruktur namanya,” tambah Usman.

Pemko Banda Aceh juga melakukan pembenahan sanitasi layak bagi masyarakat kota gemilang, hingga empat tahun kepemimpinan sebagai Wali Kota Banda Aceh melalui Dinas PUPR telah membangun sebanyak 1.713 sambungan rumah IPAL dan MCK dalam Kota Banda Aceh.
“Wali Kota dan Wakil Wali Kota terus berjibaku membangun Kota Banda Aceh diberbagai sektor mulai insfrateuktur, pendidikan hingga penegakan Syariat Islam demi mewujudkan cita-cita warga Kota Banda Aceh menjadi kota Gemilang,” tuturnya.

Empat tahun memegang pucuk pemerintahan tertinggi di Ibukota Provinsi Aceh, Bapak Aminullah dan Bapak Zainal telah banyak membawa perubahan positif, terutama dalam mengentaskan kemiskinan yang trennya terus menurun. Dinas PUPR terus berupaya mewujudkan Misi Wali Kota Banda Aceh salah satunya pada sektor ekonomi sebagai upaya peningkatan ekonomi petani tambak diwilayah Kota Banda Aceh dengan membangun irigasi tambak pada tahun 2019 berlokasi di Kecamatan Syiah Kuala sepanjang 212 m, Kecamatan Meuraxa sepanjang 325 m dan tahun 2021 diharapkan bertambah penanganan irigasi tambak sepanjang 2.800 m.
“Dengan adanya irigasi tambak yang lebih baik akan memperlancar suplai air ke kawasan tambak, peningkatan kualitas air, membuka peluang produktivitas hasil tambak menjadi lebih baik serta menjaga keberlangsungan budidaya ini juga bagian dari pembangunan yang dilakukan dari sisi ekonomi,” paparnya.
Dalam hal banjir di Kota Banda Aceh, Aminullah-Zainal sangat fokus dan giat melakukan pengendalian dan pengurangan genangan banjir dengan membentuk Tim Reaksi Cepat Dinas PUPR. Tim TRC Dinas PUPR ini bertugas sebagai tim tanggap darurat penanganan banjir dan air genangan dibadan jalan. Kota Banda Aceh juga memiliki sembilan station pompa yang beroperasi full time pada saat musim hujan untuk pengendalian banjir.
“Di pemerintahannya Pak Aminullah dan Pak Zainal juga membangun saluran drainase diantaranya seperti Pembangunan Saluran Drainase Primer Gampong. Sukadamai, Pembangunan Saluran Drainase Kawasan Gampong. Lam Ara, Pembangunan Saluran Kawasan Kecamatan Lueng Bata dan Pembangunan Saluran Drainase Tgk. Diblang yang dibangun pada Tahun 2019 dan tahun ini juga dibangun drainase Gampong Lambaro Skep ,” papar anggota DPRK Banda Aceh Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN).

Meski tahun 2020 dilanda pandemi Covid-19, Bapak Aminullah dan Bapak Zainal juga tetap berkomitmen memberikan kenyamanan bagi masyarakat selaku pengguna jalan dengan membentuk Tim Reaksi Cepat Berm Jalan yang bertugas melakukan perbaikan cepat terhadap laporan dari masyarakat baik melalui aplikasi e-Lapor, media sosial maupun laporan secara lisan.
“Laporan warga tersebut setiap saat segera dilakukan penanganannya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan akibat lubang ditengah jalan,” pungkas Usman SE, Anggota DPRK Banda Aceh Daerah Pemilihan Kuta Alam. (Adv)