NasionalNews

Airlangga Hartarto-Khofifah bisa Jadi Kuda Hitam di Pilpres 2024

1740
Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto saat berkunjung ke kediaman Khofifah Indar Parawansa beberapa waktu lalu.

posaceh.com, Jakarta – Meskipun tahapan pemilu legislatif dan Presiden 2024 baru akan dimulai Juni 2022 akan tetapi, wacana pencalonan Capres dan Cawapres sudah banyak dibicarakan di akar rumput, selain Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan , Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Puan Maharani. masih ada figur alternatif.

Kini berpotensi menjadi kuda Hitam di Pilpres 2024 yaitu (Airlangga Hartarto – Khofifah Indar Parawansa), yang dianggap layak dipilih atau dipertimbangkan menjadi calon alternatif, sedangkan pasangan tersebut dinilai oleh berbagai kalangan dapat menjadi Kuda Hitam di Pilpres 2024 sekaligus akan mewujudkan kemandirian Indonesia, serta dapat meningkatkan persatuan masyarakat Indonesia pasca Pilpres 2024.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Solidaritas Pemersatu Bangsa Indonesia (SPBI), yang juga merupakan eks ketua Relawan Jokowi-JK Provinsi Aceh, Dr. Iswadi, M. Pd. kepada wartawan, Selasa, 10 Mei 2022.

 

Sedangkan duet Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia dengan Gubernur Jawa Timur (Jatim) ini akan menghasilkan kolaborasi yang baik. Alumni Program Doktoral Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta mengatakan, bahwa Airlangga Hartarto beserta Khofifah Indar Parawansa, mampu merawat persatuan Indonesia dengan ada dukungan Warga NU dan kader Partai Golkar yang solid ditambah dengan dukungan masyarakat yang terus mengalir untuk keduanya disebut sangat mungkin memenangkan Pilpres 2024.

Airlangga Bertemu Khofifah. ©2022 Antara

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memiliki elektabilitas tertinggi pilihan warga Nahdlatul Ulama (NU). sedangkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto mendapat dukungan yang penuh dari semua kader golkar , sehingga tak banyak pihak yang terkejut apabila keduanya benar-benar akan bersanding dan menjadi Kuda Hitam di Pilpres 2024.

 

Pembina Yayasan Al-Mubarrak Fil-Ilmi tersebut mengatakan Duet Airlangga Hartarto-Khofifah Merupakan alternatif Dalam membangun kebaikan bersama dalam kerangka demokrasi dan kebangsaan, koalisi Partai Golongan Karya ( Golkar) dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam pemilihan calon presiden dan wakil presiden bukanlah suatu hal yang mustahil untuk dilakukan dan bahkan beberapa pihak menganggap hal tersebut hingga saat ini masih diperlukan. Karena koalisi antar partai yang ideologi Pancasila dan Islam dalam pemilihan calon presiden dan wakil presiden pada tahun 2024 sangat layak .

 

Indonesia adalah negara yang majemuk maka kerjasama kedua partai politik tersebut dalam membangun bangsa dan negara sekaligus meninggalkan berbagai dikotomi yang ada.

“Alumni Institut Perguruan Darul Aman Malaysia ini mengungkapkan, pasangan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa bisa menjadi kuda hitam di Pilpres 2024, pasangan yang unik dan menarik akan menjadi kuda hitam di pilpres,” kata Iswadi

 

Pria Kelahiran Pidie Aceh ini menjelaskan , Airlangga Hartarto-Khofifah merupakan kombinasi antara politikus senior yang sudah makan asam garam dengan sosok gubernur Perempuan yang banyak disukai masyarakat . Kedua tokoh tersebut juga dinilai memiliki keserasian.

“Kita juga menilai Airlangga Hartarto beserta Khofifah punya kemampuan yang dibutuhkan untuk mengatasi situasi sosial politik saat ini,” ujar Iswadi.

 

Polarisasi di masyarakat akibat perbedaan pandangan dan pilihan politik hingga memunculkan stigma kampret, cebong sampai kadrun. Tambah Iswadi itu akan bisa menghilangkan polarisasi di masyarakat, akan bisa mengeliminasi istilah cebong dan kampret di tengah-tengah masyarakat karena dikotomi hanya akan membawa Indonesia ke arah perpecahan dan konflik ideologi yang berkepanjangan, dan hal ini akan berakibat pada tidak tercapainya cita-cita atau tujuan nasional , harus segera ditinggalkan dan persatuan masyarakat Indonesia pasca Pilpres 2024 merupakan suatu keniscayaan, Demikian Iswadi (Muiz/Harmadi)

Exit mobile version