posaceh.com, Kutacane – Merebaknya isu PMI Kota Banda Aceh yang di duga telah melakukan penjualan darah ke unit donor darah Tangerang, hingga menuai polemik di media dan media sosial.
Sekretaris PMI Kabupaten Aceh Tenggara, Indra Wahyudi, mengaku bahwa tidak semua PMI Kabupaten itu memiliki bank Darah, dan bagi PMI yang tidak memiliki bank darah dan Mekanismenya harus melakukan kerja sama dengan rumah sakit. “Kita akui antusiasnya masyarkat di Aceh Tenggara untuk mendonorkan darahnya secara sukarelawan masih minim. Agara saat ini kekurangan stok darah,” kata Indra Saat di temui di lokasi kantor PMI Kabupaten Aceh Tenggara, Jumat lalu.
Kepala unit transfusi darah RSUD Sahudin Kutacane, dr. Yetti Ferulina, mengatakan saat ini stok darah yang diperlukan untuk Aceh Tenggara perbulannya sebanyak 200 Kantong, meski stok darah dalam keadaan kekurangan pihak terus berupaya mencukupi kebutuhan darah tersebut dengan cara mencari para pendonor mandiri. “Kadaluwarsa, darah dalam kantong donor hanya bisa mencapai 30-35 hari tergantung kantong yang digunakan,” pungkasnya.(MTis)
