Adipura Bukan Pura-pura

  • Bagikan

Banda Aceh baru saja menerima kembali penghargaan sarat gengsi bernama Adipura. Piala ke-11 ini disambut semringah Pemerintah dan DPR Kota Banda Aceh.

Adipura adalah sebuah penghargaan bagi kabupaten kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan. Adipura diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Penghargaan ini dianggap sebuah pengakuan atas kerja dan kinerja kebersihan dan pengelolaan lingkungan perkotaan.

Kota Banda Aceh layak menerimanya?

Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin ketika menyerahkan secara langsung Penghargaan Adipura Tahun 2023 kepada kabupaten/kota yang dinilai berprestasi dalam pengelolaan kebersihan dan kesehatan lingkungan hidup, mengatakan dalam sistem terintegrasi ini tidak hanya membutuhkan terobosan-terobosan yang implementatif, tetapi juga menuntut kinerja optimal pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat.

Kata kunci adalah partisipasi masyarakat dalam bentuk kerjasama dan kerja bersama menjaga kebersihan. Kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan belum semua pihak menyadarinya. Kita masih sering melihat pengendara dengan mudah dan tanpa beban membuang sampah di jalan.

Tanpa peran aktif masyarakat upaya dalam mengurangi jumlah dan mengelola sampah secara efektif tidak akan maksimal.

Diperlukan edukasi dan sosialisasi untuk mengubah paradigma dan perilaku masyarakat dalam penanganan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan, tegas Wapres di panggung Adipura tersebut.

Adipura disemat laksana azimat, tulis Suparto Wijoyo di disway. Hari-hari ini terdapat gempita Piala Adipura. Berbagai kota telah dinobatkan sebagai peraih Adipura. Simbol supremasi ekologis wilayah yang dibangun penuh daya juang.

Banda Aceh memang tidak setara Surabaya dan 4 kabupaten kota lainnya dalam penerimaan penghargaan kali ini.

Kabupaten kota yang meraih Anugerah Adipura Kencana sebagai penghargaan tertinggi bagi kabupaten/kota yang mampu menunjukkan kinerja pengelolaan lingkungan hidup yang inovatif dan berkelanjutan pada periode ini ada 5 kabupaten kota, yaitu Kota Balikpapan, Kota Surabaya, Kota Bontang, Kota Bitung dan, Kabupaten Ciamis.

Ini adalah buah dari kerja keras dan perencanaan yang baik. Hal yang tidak kalah penting dan punya peran sangat penting adalah keterlibatan aktif dan kesadaran masyarakat menjaga kebersihan.

Namun tentunya penghargaan simbol Adipura ini patut menjadi apresiasi kita semua atas kerja keras pemangku kepentingan dan petugas lapangan. Terdapat peran nyata atas kerja keras “pasukan orange” (petugas kebersihan) selama ini.

Adipura secara khusus memasukkan indikator partisipasi masyarakat sebagai bagian penting dalam kmponen penilaian. Masyarakat bukan objek yang hanya diperlukan ketika penyambutan dan ketika piala adipura diarak keliling kota. Sesungguhnya jauh lebih penting membangun kesadaran masyarakat terhadap lingkungan yang bersih dan sehat ketimbang meraih prestasi adipura itu sendiri.

Mendorong peran serta masyarakat yang aktif butuh kesabaran. Membangun kesadaran masyarakat tidak bisa serta merta dan hanya sekedar bicara teori dan duplikasi program studi banding.

Setiap daerah punya keunikan dan kekhasannya sendiri. Masing-masing memiliki nilai kearifan lokalnya (local wisdom). Kearifan lokal adalah modal sosial dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Masyarakat harus dilibatkan sejak proses perencanaan sampai implementasi atau sejak dini sampai aksi.

Adipura harus menjadi tekad kesungguhan bukan hanya sekedar simbol pencitraan. Harus ada makna dan berwujud sebenarnya, karena kalau tidak sepertinya adipura akan disebut adipura-pura. (Hasnanda Putra)

  • Bagikan