posaceh.com, Kutacane – Aceh Tenggara dipastikan akan mengutus dan mengirimkan ratusan atlet untuk bersaing di Pra Pora 2021, sebagai upaya untuk meloloskan cabang olah raga agar bisa ikut serta di Pekan Olah Raga Aceh (PORA) tahun 2022 mendatang.
Ketua Umum KONI Aceh Tenggara, Bukhari Buspa melalui Ketua Harian, Ilham kepada media ini, Rabu (25/8/2021), mengatakan, agar Aceh Tenggara bisa tampil di Pekan Olah Raga Aceh (PORA) 2022 akan datang yang berlangsung di kabupaten Pidie, pihak KONI telah memutuskan untuk mengirimkan atlet dari 13 cabang Olah Raga bersaing di Pra Pora sebagai syarat agar bisa ikut PORA .
Ke-13 Cabang Olah Raga tersebut yakni, Drum Band, Karate, Muay Thai, Atletik, Tinju, Menembak, Futsal, Pencak Silat, Sepak Bola, Arung Jeram, Pentaque, Catur dan Badminton, sedangkan cabor populer lainnya seperti sepak takraw, renang, tenis meja, balap sepeda, balap motor, kempo dan Bola Voli, Aceh Tenggara dipastikan absen pada PORA 2022 akan datang.
Dikatakan, total cabang Olah Raga yang dipertandingkan dan diperlombakan pada Pekan Olah Raga Aceh ke XIV 2022 akan datang yakni sebanyak 36 Cabor diantaranya, atletik, anggar, angkat besi, arung jeram, balap sepeda, balap motor, bulutangkis, bola voli, catur, dayung, drum band, futsal, karate, kempo, menembak, muaythai.
Berikutnya, panahan, panjat tebing, pencat silat, renang, sepakbola, sepak takraw, tarung derajat, taekwondo, tenis meja, tenis lapangan, tinju dan basket, petanque, sepatu roda, bridge, wushu, layar, angkat berat dan cabor binaraga.
Sebenarnya, terang Ilham, KONI ingin lebih banyak lagi mengirimkan utusan ke Pra Pora 2021, agar banyak atlet dan cabor dari bumi Sepakat Segenep yang lolos dan ikut Pra Pora XIV di Kabupaten Pidie 2022.
Namun karena keterbatasan dana yang ada di KONI Aceh Tenggara, membuat hanya 13 Cabang Olah Raga yang diikuti Agara,”Kita berharap pada Pra Pora beberapa Cabang seperti Futsal, Drum Band, Sepak Bola maupun cabor andalan lainnya, bisa meloloskan banyak atlet ke PORA 2022, agar atlet kita bisa membawa harum nama daerah,”tandas Ilham.
Terkait minimnya dana KONI 2021 yang tersedia dan disebut-sebut hanya tinggal Rp.300 Juta lagi, Ilham membenarkan dan berupaya dengan dana yang sangat minim tersebut, Aceh Tenggara bisa mengikuti kualifikasi di Pra Pora yang berlangsung di berbagai daerah, seraya berharap Pemkab dan DPRK bisa menyetujui APBK Perubahan 2021 agar alokasi dana KONI bisa ditambah lagi.
“Namun untuk dana Cabor yang lolos dan berhasil menembus PORA XIV di Pidie, biayanya mungkin tidak terlalu sulit, karena bisa diusulkan lagi lewat rapat Paripurna APBK Aceh Tenggara 2021 ini.”pungkas Ilham.(Ilyas)
