posaceh.com, Banda Aceh – Kabupaten Aceh Tengah akan mendapatkan bantuan sebanyak 8,6 juta bibit kopi arabika sebagai bagian dari komitmen pemerintah pusat untuk pemulihan ekonomi petani terdampak bencana banjir dan tanah longsor akhir November 2025, kata pejabat setempat.
“Bantuan bibit ini merupakan tindak lanjut dari usulan yang kita sampaikan dalam Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Renduk PRRP) Sumatera kepada Pemerintah Pusat dan Kementerian Pertanian,” kata Kepala Dinas Perkebunan Aceh Tengah, Sabrin saat dihubungi dari Banda Aceh, Rabu (21/10/2026).
Ia menyebutkan batuan 8,6 juta bibit tersebut guna membantu petani terdampak bencana dengan total luas lahan yang rusak akibat banjir bandang dan tanah longsor akhir November 2025 itu seluas 12.637 hektare.
Menurut dia, bantuan bibit tersebut disalurkan berdasarkan hasil pendataan calon penerima dan calon lahan (CPCL) yang telah diverifikasi secara akurat di lapangan.
“Data penerima manfaat telah diusulkan melalui aplikasi Kementerian oleh kelompok tani dan selanjutnya divalidasi kembali guna memastikan bantuan tersebut tepat sasaran,” katanya.
Sekretaris Dinas Perkebunan Aceh Tengah, Halwi menambahkan, selain mendapatkan bantuan bibit, para penerima manfaat nantinya juga akan mendapatkan bantuan pupuk serta biaya pengganti untuk ongkos tanam.
Pemkab Aceh Tengah terus berupaya maksimal untuk memberikan dukungan kepada seluruh petani terdampak bencana, termasuk mengusahakan berbagai program bantuan yang bersumber dari APBN agar petani kembali bangkit.
Data Dinas Perkebunan Aceh Tengah menyebutkan luas lahan kopi arabika yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor seluas 12.637 hektare dan 8.486 hektare direhabilitasi Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian.(Muh/*)
