NewsOlahraga

Aceh Jaya Siap Gelar PORA Sesuai Jadwal, Namun Tetap Tunggu Arahan Gubernur

26
×

Aceh Jaya Siap Gelar PORA Sesuai Jadwal, Namun Tetap Tunggu Arahan Gubernur

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum PB PORA XV Aceh Jaya, Muslim HS.

posaceh.com, Banda Aceh – Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya siap untuk meggelar PORA ke-15 tahun 2026. Namun tetap menunggu kepastian dan arahan dari gubernur Aceh.

Ketua Umum PB PORA XV Aceh Jaya, Muslim HS menyatakan, pihak tuan rumah welcome saja dengan rekomendasi tahun 2026 itu.

“Kalau venue yang dibangun dengan dana APBK Aceh Jaya, secara garis besar sudah final pengerjaannya. Hanya saja venue yang ditampung melalui dana APBA belum dibangun, karena Pemerintah Aceh lebih fokus kepada penanganan paska banjir dan longsor akhir tahun lalu,” kata Muslim yang juga Ketua KONI Aceh Jaya.

Atas dasar itu, pihak Bupati Aceh Jaya, Safwandi SSos MAP telah menyurati gubernur untuk meminta saran dan pertimbangan terhadap rekomendasi Rakerprov KONI Aceh itu.

“Intinya, kami dari Aceh Jaya, siap untuk melaksanakan PORA ke-15 tahun 2026, namun tetap menunggu kepastian dan arahan dari Pak Gubernur,” kata Muslim.

Bahkan Muslim menyatakan tuan rumah Aceh Jaya siap berkolaborasi dengan daerah lain untuk kecukupan Venue Perlombaan.

“Jika itu memang dibutuhkan, dan PORA harus sesuai jadwal, kami bersedia menggandeng daerah lain untuk ikut menjadi tuian rumah event, termasuk ibukota propinsi misalnya,” kata Muslim.

Muslim, menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya untuk menyukseskan pelaksanaan Pekan Olahraga Aceh (PORA) XV.

Menurutnya, penyesuaian jadwal pelaksanaan bukanlah bentuk ketidaksiapan, melainkan bagian dari upaya menyesuaikan kondisi daerah secara menyeluruh.

Ia menegaskan pihaknya siap mengikuti apa pun keputusan Pemerintah Aceh dan Gubernur Aceh terkait waktu pelaksanaan, baik akhir 2026 maupun awal 2027.

“Kami siap melaksanakan PORA XV. Kalau pun ada penyesuaian jadwal, itu bukan disengaja. Kondisi Aceh sekarang sedang menghadapi bencana dan semua pihak harus saling memahami. Apa pun keputusan Gubernur, kami di Aceh Jaya siap menjalankan,” tegas Muslim HS di hadapan peserta Rakerprov KONI Aceh.

Terus Dikebut

Sementara itu, pemaparan kesiapan teknis PB PORA Aceh Jaya disampaikan oleh Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Aceh Jaya, Muhammad Milsa, S.H., M.Kn., yang membacakan laporan Bupati Aceh Jaya Safwandi.

Dalam pemaparannya, disebutkan bahwa berbagai persiapan venue, akomodasi, transportasi, dan konsumsi terus dikebut demi memastikan PORA XV berjalan sukses dan memberi dampak ekonomi besar bagi masyarakat Aceh Jaya.

Dari total venue yang dipersiapkan, sejumlah cabang olahraga telah mencapai progres tinggi, di antaranya angkat besi, petanque, voli putri, dan futsal yang telah mencapai 100 persen. Sementara dayung dan arung jeram berada di kisaran 90 persen, sepatu roda 80 persen, serta beberapa venue lain seperti sepak bola, BMX, dan sepak takraw masih dalam tahap penyelesaian.

Namun demikian, sejumlah venue seperti tenis lapangan, layar, basket, panjat tebing, motor race, dan panahan masih memerlukan percepatan pembangunan.

Selain venue pertandingan, kesiapan akomodasi kontingen juga disebut telah mencapai 99 persen dan dipastikan mampu memberikan kenyamanan bagi seluruh atlet dan official yang datang ke Aceh Jaya.

Pemerintah Aceh Jaya juga memastikan
kesiapan transportasi dan konsumsi selama pelaksanaan PORA XV.

Muslim HS optimistis ajang olahraga multi event terbesar di Aceh tersebut akan menjadi momentum kebangkitan ekonomi masyarakat, membuka peluang usaha, serta menggerakkan sektor UMKM dan pariwisata daerah secara luas.

Terus Menguat

Sementara itu, desakan untuk terlaksananya Pekan Olahraga Aceh (PORA) ke-15 di Aceh Jaya secara on schedule atau sesuai rencana, yaitu di Nopember 2026, terus menguat.

Bahkan pihak insan olahraga di Aceh melalui KONI Kabupaten/Kota di seluruh Aceh juga mendesak agar PORA XV Aceh Jaya dihelat di tahun 2026, seperti skedul semula.

Desakan itu belakangan secara bulat dimasukkan dalam rekomendasi Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Aceh tahun 2026 yang berakhir pada Sabtu (o9/05/2026) lalu.

Hal itu mengingat PORA adalah bagian dari pembinaan dan pencarian prestasi secara berjenjang mulai dari Pra PORA, PORA, Pra PON , Porwil hingga PON.

Tanpa menganut sistem seperti itu, PORA terancam hanya menjadi ajang reuni atlet dan pegiat olahraga Aceh, karena hasil atau prestasi yang didapat tak linier dengan event secara berjenjang. (Sdm/*).