Daerah

Aceh Jaya Dorong Hilirisasi Kelapa Terpadu, Safwandi: Lahan Adat dan Masyarakat Harus Jadi Prioritas

22
Bupati Aceh Jaya, Safwandi, saat menghadiri pertemuan dan diskusi bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Aceh.FOTO/ACEH JAYA

posaceh.com, Aceh Jaya – Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya menyatakan dukungannya terhadap pengembangan kawasan agroindustri kelapa terpadu dan industri hilirisasi kelapa yang dirancang sebagai proyek investasi strategis di wilayah pesisir Aceh Jaya.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Aceh Jaya, Safwandi, saat menghadiri pertemuan dan diskusi bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Aceh, Dr. Safuadi dan pengajar Universitas Syiah Kuala Dr. Elly Sufriadi beserta tim, di Kantor Wilayah Perbendaharaan Kementerian Keuangan Aceh, Jumat (12/6/2026).

Dalam pertemuan itu, Safwandi didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa) Aceh Jaya, Juanda.

Diskusi membahas prospek pengembangan kawasan perkebunan kelapa terpadu seluas sekitar 1.500 hektare yang terintegrasi dengan industri pengolahan berbagai produk turunan kelapa. Konsep tersebut dirancang mengusung pendekatan zero waste dengan memanfaatkan seluruh bagian buah kelapa menjadi produk bernilai tambah tinggi, seperti santan kemasan, virgin Coconut oil (VCO), cocofiber, cocopeat, gula semut, hingga arang tempurung.

Berdasarkan pemaparan tim penyusun prospektus investasi, proyek tersebut diproyeksikan mampu menciptakan lebih dari 1.300 lapangan kerja langsung dan sekitar 3.500 pekerjaan tidak langsung, sekaligus memperkuat posisi Aceh Jaya sebagai salah satu sentra agroindustri berbasis kelapa di Aceh.

Menangapi rencana tersebut, Safwandi menyatakan Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya pada prinsipnya mendukung upaya pengembangan komoditas kelapa dan hilirisasi industri yang mampu meningkatkan nilai ekonomi daerah.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa pengembangan investasi harus tetap mengedepankan kepentingan masyarakat lokal serta memperhatikan status lahan yang akan digunakan.

“Kami sangat sependapat dengan pengembangan komoditas kelapa dan hilirisasi di Aceh Jaya. Namun ada beberapa catatan penting yang harus menjadi perhatian. Tanah yang ditawarkan merupakan tanah adat yang harus memberikan manfaat bagi pemberdayaan mukim dan masyarakat. Selain itu, pengembangan kawasan juga perlu memanfaatkan lahan-lahan milik masyarakat sehingga dampak ekonominya dapat dirasakan secara langsung oleh warga,” kata Safwandi.

Menurut Safwandi, pembangunan sektor agroindustri berbasis kelapa memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus membuka peluang investasi baru di Aceh Jaya.

Oleh karena itu, pemerintah daerah mendorong agar setiap tahapan perencanaan dan pelaksanaan proyek dilakukan secara transparan serta melibatkan masyarakat sebagai bagian utama dari pembangunan.

Ia juga menilai konsep hilirisasi yang mengintegrasikan perkebunan dengan pengolahan industri dapat menjadi langkah strategi untuk memperkuat struktur ekonomi daerah yang selama ini masih bergantung pada komoditas primer.

“Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya terbuka terhadap investasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, menciptakan lapangan kerja, serta menjaga minat masyarakat lingkungan dan kearifan lokal yang telah menjadi bagian dari kehidupan Aceh Jaya,” ujarnya.

Melalui diskusi tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya berharap kajian investasi yang disusun tengah dapat menjadi dasar bagi pengembangan kawasan agroindustri kelapa yang berkelanjutan, inklusif, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dalam jangka panjang.(Muh/*)

Exit mobile version