News

Aceh Besar Buka Investasi Pengembangan Peternakan Sapi di Pulo Aceh

2057
×

Aceh Besar Buka Investasi Pengembangan Peternakan Sapi di Pulo Aceh

Sebarkan artikel ini
Bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali saat meninjau peternakan sapi unggul di Indrapuri, beberapa hari lalu

POSACEH.COM, KOTA JANTHO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar membuka lebar peluang kepada berbagai pihak untuk berinvestasi di bidang pengembangan peternakan sapi. “Mengingat permintaan daging sapi cukup tinggi di Aceh, apalagi pada hari megang harganya masing sangat mahal. Pemerintah membuka lebar bagi swasta yang berniat investasi di bidang peternakan sapi, khususnya di Pulo Aceh,” kata Ir H Mawardi Ali, Bupati Aceh Besar pada saat seminar Virtual dikediamannya, di Kecamatan Ingin Jaya, Sabtu (27/6/2020).

Diskusi berlangsung tentang Strategi Industri Peternakan di tengah Pandemi Covid-19 bersama Rektor Unsyiah, Dekan Fakultas Kedokteran Hewan, Kadis Peternakan Aceh dan Reza Abdul Jabbar Petani Indonesia yang sukses di New Zealand melalui aplikasi zoom yang diikuti oleh berbagai kalangan mahasiswa dan masyarakat umum.

“Jika, peternakan mampu dikembangkan juga seperti pertanian, maka kita menjadi daerah berkedaulatan pangan. Petani dan peternak adalah garda terdepan untuk meraih kedaulatan pangan tersebut,” ujar Mawardi Ali.

Ia menjelaskan bahwa sapi Aceh memiliki keunggulan, diantaranya mudah dirawat, enak dagingnya dan tahan terhadap penyakit. Namun saat ini pemeliharaan oleh masyarakat secara liar melahirkan sapi berukuran kecil karena perkawinan dengan pejantan kerdil. “Menyikapi hal itu sapi Aceh harus dilakukan pemeliharaan dengan pola sapi-sapi Aceh yang unggul,” kata Mawardi.

Dalam kesempatan itu, Bupati Mawardi Ali mengingatkan bahwa Aceh memiliki potensi dan sarana pendukung lainnya untuk pengembangan peternakan baik lokasi, sumber daya serta industri pengolahan kulit. Maka harus ada kemauan dan dimulai lagi dari hal paling kecil.

Sementara itu, Reza Abdul Jabbar, warga Indonesia yang telah sukses mengembangkan peternakan sapi di New Zealand (Selandia Baru) mengatakan bahwa peluang pengembangan sapi harus direbut kembali oleh anak muda yang tangguh dan berminat menjadi petani dan peternak. “Kita ketahui bersama bahwa para Nabi sekalipun, tidak ada yang bukan peternak dan pengembala,” ungkapnya.

Maka, ia mengajak bahwa pekerjaan yang keren itu adalah bertani dan beternak, karena merekalah penjaga kedaulatan pangan Negara. Untuk itu, tugas bersama adalah melahirkan para petani dan peternak yang baik dan bisa melakukan itu semua dengan ahli. “Didiklah, ajarlah anak kita dan para pemuda untuk bertani dan beternak. Karena merekalah penjaga kedaulatan pangan,” imbuh Reza.

Pada kesempatan tersebut, Reza Abdul Jabbar memberikan apresiasi atas program dan kinerja Bupati Aceh Besar Mawardi Ali selama ini dalam membangun Aceh Besar dan akan ikut andil bersama-sama membangun kemandirian dan kedaulatan pangan di Aceh Besar khususnya.(Rezha/Ril)