Daerah

Aceh Barat Usulkan Anggaran Rp150 M untuk Tuntaskan Jalan Lingkar

1804
×

Aceh Barat Usulkan Anggaran Rp150 M untuk Tuntaskan Jalan Lingkar

Sebarkan artikel ini
FOTO/ANTARA Bupati Aceh Barat Ramli MS bersama unsur pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) meninjau lokasi pembangunan ruas jalan lingkar (ring road) di lintasan Pante Ceureumen-Panton Reue, Aceh Barat, Selasa (30/6/2020).

POSACEH.COM, MEULABOH – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat kembali mengusulkan anggaran sebesar Rp150 miliar pada rencana usulan Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) Tahun 2021 untuk menuntaskan pembangunan jalan lingkar kabupaten, guna membebaskan masyarakat dari keterisolasian, sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Usulan pagu anggaran tersebut masing-masing terdiri atas Rp73,5 miliar dari dana otonomi khusus daerah (DOKA) dan Rp80 miliar melalui rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) 2021.

“Usulan dana sebesar Rp150 miliar bertujuan agar pada tahun 2022 mendatang seluruh ruas jalan lingkar di Kabupaten Aceh Barat sudah berfungsi sepenuhnya,” kata Kadis PUPR Aceh Barat Kurdi di Meulaboh, Aceh, Sabtu.

Ia merincikan hingga Juli 2020 realisasi pembangunan fisik ruas jalan lingkar yang sudah dibangun sejak 2007 lalu totalnya mencapai sepanjang 153,85 kilometer, dengan 15 lokasi pekerjaan yang sebagian besar sudah hampir tuntas dikerjakan.

Dari total 153,85 kilometer badan jalan tersebut, sepanjang 106,96 kilometer badan jalan sudah teraspal.

Sedangkan ruas jalan yang saat ini masih dalam proses pengaspalan mencapai 46,89 kilometer, termasuk ruas jalan lingkar yang akan segera tembus sepanjang 9,07 kilometer.

“Pemerintah daerah berharap berfungsinya jalan lingkar tersebut mampu meningkatkan roda perekonomian masyarakat dari desa ke kota,” kata Kurdi menambahkan.

Pada 2020, katanya, Pemkab Aceh Barat telah menganggarkan pagu sebesar Rp86,57 miliar untuk menyelesaikan ruas jalan lingkar tersebut.

Sementara itu, Bupati Aceh Barat Ramli MS mengatakan salah satu tujuan membuka jalan lingkar di Aceh Barat yaitu untuk mendukung program pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo untuk membebaskan keterisolasian daerah guna mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Selain itu, ruas jalan lingkar yang dibangun juga bertujuan untuk menciptakan stabilitas nasional dalam rangka mendukung percepatan pembangunan di daerah, sehingga masyarakat terbebas dari keterisolasian serta memudahkan petani menjual hasil panen ke pusat kecamatan maupun kabupaten.

Pembangunan jalan lingkar tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan penambahan lapangan kerja baru bagi masyarakat di pedesaan.

“Karena dengan terbukanya akses jalan lingkar, maka masyarakat semakin mudah untuk menanam palawija dan tanaman produktif untuk mendukung ketahanan pangan di daerah,” kata Ramli MS. (Ant)