Daerah

Abdya Defisit Anggaran, Perkebunan, Pertanian dan Kelautan Jadi Andalan

782
×

Abdya Defisit Anggaran, Perkebunan, Pertanian dan Kelautan Jadi Andalan

Sebarkan artikel ini
Bupati Abdya, Dr Safaruddin menghadiri acara Halal Bihalal Masyarakat Kecamatan Manggeng dan Lembah Sabil (Manggeng Raya) di Masjid At-Taqwa, Desa Kedai, Kecamatan Manggeng, Kamis (3/4/2025). FOTO/DOK.HUMAS ABDYA

posaceh.com, Blangpidie – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat Daya (Abdya) mengalami defisit anggaran puluhan miliar rupiah pada tahun berjalan 2025 ini. Sektor perkebunan, pertanian dan kelautan menjadi andalan Abdya dalam upaya membuka lapangan kerja baru, sekaligus meningkatkan pertumbuhan perekonomian.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Abdya, Dr Safaruddin SSos MSP saat menghadiri acara Halal Bihalal Masyarakat Kecamatan Manggeng dan Lembah Sabil (Manggeng Raya) di Masjid At-Taqwa, Desa Kedai, Kecamatan Manggeng, Kamis (3/4/2025).

Acara yang dilaksanakan pada hari keempat Idul Fitri 1446 H itu, turut dihadiri Ketua DPRK Abdya Roni Guswandi, Kasdim 0110/Abdya Mayor Caj Sungkono, Plt Sekda Abdya Rahwadi, Plt Asisten Administrasi Umum Rizal MKn, para kepala SKPK serta tamu undangan lainnya.

Acara tersebut mengusung tema “Merajut dan Merawat Tali Silaturahmi Menuju Kejayaan Aceh Tempo Dulu”. Kegiatan itu digagas oleh para mahasiswa dalam wilayah tersebut.

Bupati Safaruddin mengajak semua elemen masyarakat bersatu untuk membangun daerah menuju lebih baik agi. “Cukup sudah pertarungan apa pun dan perbedaan-perbedaan di masyarakat,” ujar Safaruddin.

Dia sependapat dengan ide-ide menciptakan lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran yang disampaikan oleh masyarakat Manggeng Raya. Tentunya, kata Safaruddin, pemerintah akan memulainya dari sektor perkebunan, pertanian, kelautan, dan juga sejumlah sektor lainnya.

Dikatakan, wilayah Manggeng Raya ini, memiliki potensi besar di sektor perkebunan kopi. “Tentu banyak sektor-sektor lain yang harus kita ciptakan demi membuka lapangan kerja baru di Abdya. Kita jangan hanya terfokus pada satu bidang saja,” jelas Safaruddin.

Safaruddin mengakui, perekonomian masyarakat semakin hari semakin berat, ditambah Abdya dalam kondisi defisit hingga puluhan miliar rupiah, sehingga uang tidak beredar yang berimbas pada perputaran ekonomi lemah.

“Makanya kedepan, sektor perkebunan, pertanian, dan kelautan menjadi sumber pendapatan. Pasar-pasar mesti dihidupkan, termasuk belanja barang harus mengutamakan pasar di dalam daerah. Insya Allah, pelan-pelan kita perbaiki ekonomi masyarakat,” harap Safaruddin, seperti dikutip dari Humas Abdya, Jumat (4/4/2025).

Perihal bantuan dana paguyuban yang diminta mahasiswa, Safaruddin menyatakan harus jelas kontribusi kepada masyarakat. “Asal daerah mempunyai kemampuan akan kita bantu nantinya. Sebab, saat ini kondisi anggaran daerah kita masih rendah. Semoga ke depan terus membaik,” jelasnya.

Safaruddin menjelaskan dalam pembangunan daerah harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat. Dia mencontohkan, penyakit sosial masyarakat harus diberantas, seperti peredaran narkoba, judi online dan pelecehan seksual, termasuk LGBT.

“Ini adalah aib yang harus sama-sama kita perangi,” ujarnya. Safaruddin juga mengajak masyarakat Abdya untuk berhenti menggunakan produk-produk Israel sebagai langkah konkret mendukung Palestina. “Kita perangi mereka dengan melemahkan ekonominya (Israel),” harapnya

Sementara itu, Alvin Haris, Ketua Panitia pelaksana dalam laporannya mengatakan kegiatan sebagai ajang silaturahmi yang dilaksanakan setahun sekali pada momentum Idul Fitri.

“Alhamdulillah, dalam kegiatan ini kita mampu mengumpulkan dana Rp 14 juta yang disumbangkan oleh tokoh-tokoh masyarakat Manggeng Raya untuk menyukseskan acara ini,” ungkapnya.

Sedangkan Ahmad Sabri, perwakilan mahasiswa Manggeng Raya, mengungkapkan keresahan generasi muda saat ini yang sudah terjangkit judi online dan narkoba.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat turun tangan dan menjadi tanggung jawab bersama termasuk mahasiswa untuk memberantas judi online dan narkoba,” harapnya.

Disamping itu, dia juga meminta pemerintah daerah untuk menyediakan lapangan kerja bagi mahasiswa-mahasiswa yang sudah lulus kuliah, selain permintaan tersedianya anggaran beasiswa paguyuban.

Selain itu, Edi Saputra, tokoh masyarakat Manggeng Raya, berharap perhatian pemerintah untuk keberlangsungan pembangunan asrama Manggeng Raya. “Ini harapan kami kepada bupati dan Ketua DPRK agar bisa membantu kelanjutan pembangunan asrama Manggeng Raya yang belum tuntas,” harapnya.(Muh)