Internasional

Hamas Tak Sudi Mengakui Israel

1198
×

Hamas Tak Sudi Mengakui Israel

Sebarkan artikel ini
Pemimpin Hamas, Khaled Meshaal. REUTERS/Mohamed Nureldin Abdallah

posaceh.com, Banda Aceh – Ketua Hamas yang baru Khaled Meshaal pada Jumat, (2/08/ 2024), kembali memastikan pihaknya tidak akan mengakui Israel. Tel Aviv telah membunuh Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh dan pengawalnya Wassim Abu Shaaban pada Rabu (31/07/2024)

“Membunuh satu dari banyak pemimpin Hamas hanya membuat rakyat kami semakin kuat,” kata Meshaal, dalam pidatonya di acara pemakaman Haniyeh dan pengawalnya di masjid Imam Muhammad bin Abdul Wahhab di Doha, Qatar.

Meshaal mengatakan pihaknya tidak sudi mengkompromikan prinsip-prinsip Hamas, termasuk tak mau mengakui Israel. Dia memastikan masyarakat Palestina akna tetap bersatu dan mengikuti jalan jihad, penolakan dan pemulihan hak-hak.

“Musuh-musuh kami (merujuk pada Israel) tidak mengambil pelajaran. Mereka telah membunuh para pemimpin kami sejak 100 tahun lalu dan apa yang terjadi? Ketika satu pemimpin dibunuh, maka akan tumbuh pemimpin baru dan ini membuat rakyat kami semakin kuat,” kata Meshaal.

Menurutnya, Israel tak tahu rakyat Palestina hidup sebagai mujahid, yang akan menemui Allah sebagai sahid dan hidup dengan cara berbuat baik serta mati atas perintah Allah. Dia mengakui kematian Haniyeh adalah suatu kehilangan besar, namun pihaknya optimis darah syuhada adalah jalan menuju kebebasan dan kemenangan.

Hamas akan mempertahankan jalan yang ditempuh, tak mempan dengan tekanan, intimidasi dan ancaman. Zionis Israel tidak ada tempat di tanah Palestina.

Israel tidak mengomentari secara langsung pembunuhan Haniyeh dan seorang pengawalnya dalam serangan dini hari di Teheran, Iran. Meski demikian, Israel telah dituduh oleh Hamas, Iran dan pihak lain atas serangan itu.

Pembunuhan pemimpin Hamas itu terjadi beberapa jam setelah Israel menyerang daerah pinggiran selatan Beirut. Serangan itu menewaskan Fuad Shukr, komandan militer kelompok Hizbullah di Lebanon yang berpihak pada Iran. Israel telah mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap Shukr.