News

Positif Covid di Agara Terus Bertambah

1821
×

Positif Covid di Agara Terus Bertambah

Sebarkan artikel ini

posaceh.com KUTACANE – Jumlah kasus terpapar corona virus desease 2019 (CCOVID-19) di Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) terus bertambah.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Aceh Tenggara menggelar konferensi pers terkait perkembangan terkini update penanganan Covid-19 di Agara,Sabtu (18/9/2020) menyebutkan, jumlah positif COVID terus meningkat di kabupaten tersebut.

Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi (Kadis Infokom) Agara, Zul Fahmi, S.Sos mengatakan, sesuai dengan pengiriman sempel swab test yang dikirimkan Dinas Kesehatan Agara Pada tanggal 14 September 2020 kepada Balitbangkes Provinsi Aceh, hasilnya sudah diterima.

“Kami sudah terima hasil swab dari Balitbangkes Provinsi Aceh dengan surat nomor: BM.03.01/2/1365/2020, tanggal 16 September 2020 perihal hasil laboratorium PCR Swab Test. Hasilnya yang terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah 7 orang warga Agara dan bukan warga Agara yang saat ini berdomisili di Kabupaten Agara.

Bwrikut ia menyampaikan yang positif COVID-19: yaitu dr Putri Chairunisa (25) asal luar daerah Kabupaten Aceh Tenggara yang melaksanakan tugas di Rumah Sakit H. Sahudin Kutacane, alamat domisili saat ini di komplek perumaha dokter di RS H. Sahudin Kutacane.

• dr Nadia Pramita Siregar (25) statusnya sama juga mengabdi dan tinggal di RS H. Sahudin Kutacane.

• dr Zakiul Iftar Hamsi (25) alamat domisili Kute Bambel Gabungan, Kecamatan Bambel Kabupaten Aceh Tenggara.

• Sri Mulyani (37) beralamat di Kute Berandang, Kecamatan Lawe Sumur, pekerjaan perawat di Rumah Sakit Umum H. Sahudin Kutacane.

• Nur Aini Yanti (45) berdomisili di Kute Lawe Nderung, Kecamatan Badar, dan yang bersangkutan salah satu kariawan pada kantor Bandan Pertanahan Nasional Kabupaten Aceh Tenggara.

• Aditya Peransah (27) berdomisili di Kute Badar Indah, Kecamatan Badar dan yang bersangkutan juga bekerja di kantor Bandan Pertanahan Nasional Kabupaten Aceh Tenggara.

• Marudut Saragih (55) pekerjaan polisi berdomisili di Kute Cingkam Makmur, Kecamatan Babul Makmur Kabupaten Aceh Tenggara.

Kadis Infokom Agara itu mengatakan,Tim Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Aceh Tenggara akan segera melakukan langkah-langkah yang dianggap penting bersama dengan seluruh Tim Satuan Gugus dari segala tingkatan, baik dari Kabupaten, Kecamatan dan Kute.

“Yang perlu kami sampaikan bahwa dari nama-nama yang kami sebutkan tadi 4 orang bertugas di Rumah Sakit Umum H. Sahudin Kutacane, sudah dilakukan isolasi dan perawatan sesuai dengan SOP perawatan terhadap pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan diawasi oleh Direktur Rumah Sakit Umum H. Sahudin Kutacane.

Selanjutnya, kata Zul Fahmy, bahwa tujuh orang sudah terkonfirmasi positif akan diberikan salinan surat dari Balitbangkes Provinsi Aceh per orang atau per keluarga, nanti disampaikan pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tenggara agar jelas bahwa hasil yang diteri hasil resmi dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Provinsi Aceh dengan menggunakan laboratorium PCR.

Ia menjelaskan, perkembangan pasien yang minggu lalu sudah 25 orang dinyatakan positif Covid-19 dari hasil tes Swab.

Zul Fahmy menjelaskan jumlah keseluruhan masyarakat Aceh Tenggara sampai saat ini yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19 sudah
32 orang, dinyatakan sembuh 5 orang, meninggal dunia 3 orang dan yang sedang menunggu hasil tes Swab ulang yang dilakukan 15-17 September 2020. “Saat ini kita sedang menunggu hasil tes Swabnya,” katanya.

“Kami dari Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 menyampaikan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Aceh Tenggara, bahwa virus Covid-19 ini bukan penyakit kutukan, bukan penyakit aib dan kita tidak boleh melakukan hukuman sanksi sosial terhadap yang bersangkutan maupun terhadap keluarga yang bersangkutan, masing-masing kita memberi support dan dukungan mental spiritual kepada korban dan keluarganya agar tetap kuat dan sabar mengikuti penanganan lanjutan dari tenaga medis setempat,” katanya.

Zul Fahmy mengatakan, melalui konferensi pers ini disampaikan kepada Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kecamatan yang dikomandoi Camat, Danramil, Kapolsek, Kepala Puskesmas serta Penghulu Kute yang bersangkutan dengan alamat yang disebutkan agar melakukan tindakan ke lapangan.

“Melakukan treking dan sebagainya untuk menyelamatkan orang-orang yang terkonfirmasi positif dan orang-orang yang terkontak erat supaya segera kita lakukan penanganan lanjutan,” katanya.

Kemudian, sebutnya, Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten dan seluruh Camat serta Puskesmas dengan dibantu oleh Kapolsek, Danramil serta Penghulu Kute bersangkutan agar segera berkoordinasi dengan Rumah Sakit Umum H. Sahudin Kutacane dan Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tenggara.

“Hanya itu yang dapat kami sampaikan, mudah-mudahan memberikan pemahaman kepada kita semua tentang perkembangan terkini atau update data terbaru untuk penanganan Covid-19 Kabupaten Aceh Tenggara,” ujarnya.

Isolasi dan Dirawat di Rumah Sakit

Pada kesempatan yang sama, Direktur Rumah Sakit Umum H. Sahudin Kutacane, dr Bukhari, S.PoG mengatakan, menyangkut bertambahnya kembali masyarakat Aceh Tenggara yang terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil Laboratorium PCR, maka untuk mengurangi penyebaran semakin hari semakin bertambah, kebijakan dari Tim Gugus Kabupaten tidak boleh ada lagi yang dirawat dirumahnya masing-masing.

“Demi kesehatan semua, kita rawat di Rumah Sakit (RS) dengan pengawasan yang sangat ketat, kami harapkan kepada nama-nama yang sudah disebutkan tadi sikap kooperatif dari yang bersangkutan agar mau kita jemput dan dibawa ke RS untuk di isolasi sambil nanti hasil PCR nya dibagikan dan tidak ada lagi istilah isolasi mandiri dirumahnya masing-masing. Kita rawat di RS karena kita sudah punya 13 ruang isolasi yang standart sudah disiapkan”,katanya.

Ia mengharapkan keluarga tidak usah berkenjung ke RS karena segala sesuatunya sudah disiapkan. “Nanti kalau sudah dinyatakan sehat, maka akan kami pulangkan ke rumahnya masing-masing,” ujarnya.

“Kepada masyarakat Aceh Tenggara mari kita patuhi protokol kesehatan karena virus Covid-19 ini sudah merajalela ditengah-tengah kita. Nanti kita minta aparat TNI dan Polri untuk berjaga di RS agar tidak ada kunjungan dari sanak keluarga,” kata dr Bukhari. (Muhammad T.Is