Pemerintah Aceh

Sejak September Tahun Lalu RSUD Meuraxa Berikan Layanan Operasi Pengangkatan Batu Ginjal Minim Sayatan

5424
×

Sejak September Tahun Lalu RSUD Meuraxa Berikan Layanan Operasi Pengangkatan Batu Ginjal Minim Sayatan

Sebarkan artikel ini
Tim dokter RSUD Meuraxa melakukan tindakan operasi PCNL pada pasien, PCL merupakan operasi bedah invasif minimal yang digunakan untuk batu ginjal yang terlalu besar untuk dikeluarkan sendiri atau yang tidak dapat diobati dengan menggunakan metode non operatif lainnya. FOTO/DOK RSUD MEURAXA BANDA ACEH

posaceh.com, Banda Aceh – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa Kota Banda Aceh, menjadi salah satu rumah sakit tipe B yang sejak bulan September tahun lalu telah memberikan layanan pengobatan ginjal dengan metode “Percutaneous nephrolithotomy” (PCNL) mengacu pada operasi bedah invasif minimal yang digunakan untuk batu ginjal yang terlalu besar untuk dikeluarkan sendiri atau yang tidak dapat diobati dengan menggunakan metode non operatif lainnya.

Dokter spesialis Urologi RSUD Meuraxa dr. Ahmad Fajrial SpU mengatakan, sejatinya RSUD Meuraxa memberikan layanan pengobatan ginjal mulai sejak tahun 2012 yang lalu, menurutnya, sejak saat itu RSUD Meuraxa juga telah melakukan berbagai tindakan pengobatan ginjal termasuk dengan operasi. Namun seiring perkembangan tekhnologi, kini RSUD Meuraxa telah mampu memberikan layanan PCNL, dimana tindakan operasi ini merupakan operasi batu ginjal dengan sayatan kecil untuk mengangkat batu ginjal yang berukuran lebih dari 2 cm atau tidak bisa diatasi dengan metode ESWL maupun sistoskopi dan ureteroskopi.

“PCNL adalah terapi batu ginjal yang memiliki tingkat keberhasilan hingga 90 persen, menjadikannya salah satu pengobatan paling efektif yang tersedia. Biasanya dilakukan untuk menghilangkan batu yang lebih besar atau batu yang terletak di daerah ginjal yang sulit atau tidak mungkin diakses menggunakan teknik lainnya,” katanya, Jumat (1/3/2024).

Ia menjelaskan, prosedur operasi ini ialah tabung kecil akan dipasang melalui sayatan kecil yang akan dibuat di pinggang. Ini akan memungkinkan akses ke ginjal agar dapat mencapai batu yang akan diangkat. Setelah itu, teropong dimasukkan ke dalam tabung untuk mengamati batu, dan alat khusus digunakan untuk memecahnya menjadi potongan-potongan kecil. Setelah itu, pecahan-pecahan ini dapat dikeluarkan secara manual atau terbawa oleh aliran urin.

“Teknik PCNL pada umumnya dilakukan dengan anestesi atau pembiusan umum, yang berarti mereka akan tidur selama operasi berlangsung, atau spinal (setengah badan). Setelah operasi, pasien perlu istirahat di rumah sakit selama beberapa hari agar dapat dievaluasi kondisi pasca operasi. Prosedurnya sendiri biasanya memakan waktu beberapa jam untuk diselesaikan, tergantung kepada ukuran dan kompleksitas batu ginjal,” terang dr Ahmad Fajrial.

Ia menjelaskan, penyebab munculnya penyakit batu ginjal ini adalah pola hidup yang salah, itu ditandai dengan kurangnya minum air putih, sehingga urin cenderung pekat. Apalagi jumlah minum yang kurang itu disertai cuaca yang cenderung panas sehingga terjadi dehidrasi.

“Batu ginjal ini disebabkan oleh kurangnya minum air putih sehingga urin menjadi pekat, dehidrasi karena kurang minum dan cuaca yang panas, ini sering terjadi dikawasan pesisir yang kelembabannya cenderung rendah itu menyebabkan dehidrasi kronis yang tanpa kita sadari terbentuk kristal dan lama-lama berbentuk batu, salah satunya juga faktor keturunan,” jelasnya.
Terkait dengan endapan kapur yang ada di air minum, menurutnya itu bukanlah persoalan jika dibarengi dengan banyak minum air putih.

“Jika sering minum air putih tentu membuat aliran urin di saluran kencing mulai dari ginjal sampai menjadi cepat, sehingga mencegah terjadinya terjadinya pengendapan kristal, yang salah justeru kurang minum air putih, buat apa kita minum air mineral yang bersih tapi jumlahnya sedikit, justeru hal inilah yang menyebabkan kencing berwarna pekat yang secara perlahan membentuk kristal dan akan jadi batu,” ujar dr. Ahmad Fajrial.

Secara usia, penyakit batu ginjal ini menurut dr. Ahmad sering sekali terjadi disaat usia produktif, jika terjadi diusia belasan, itu biasanya ada faktor keturunan yang cenderung memang terbentuk batu, tapi seringkali terjadi di usia produktif.

“Biasanya sering terjadi diusia produktif, karena proses pembentukan batu dari kristal itu lama, dan batu ginjal itu tidak terasa sakit, terasa sakit saat batu sudah turun ke ureter, disitulah biasanya pasien merasa nyeri tak tertahankan dan setelah dievaluasi biasanya ada batu yang menyumbat, dan banyak terjadi pada laki-laki, karena wanita saau usia produktif terlindungi oleh hormon estrogen, bukan tidak ada untuk wanita, tapi secara presentase laki-laki tiga kali lipat lebih banyak mengidap batu ginjal,” pungkasnya. (AMZ)