Pemerintah Aceh

Pj Bupati Pidie Sampaikan Hasil Kerja di Kemendagri

1744
×

Pj Bupati Pidie Sampaikan Hasil Kerja di Kemendagri

Sebarkan artikel ini
Pj Bupati Pidie Ir Wahyudi Adisiswanto menyampaikan 10 aspek dan indikator di Kabupaten Pidie di Kantor Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri. Rabu (24/01/2024). FOTO/ PROKOPIM PEMKAB PIDIE

posaceh.com, Sigli – Penjabat (Pj) Bupati Pidie, Ir Wahyudi Adisiswanto menyampaikan 10 aspek dan indikator di Kabupaten Pidie dalam kegiaitan Evaluasi Kinerja Atas Pelaksanaan Tugas Penjabat Kepala Daerah meliputi Aspek Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan.

Penyampaian itu diungkapkan oleh Pj Bupati Pidie, Ir. Wahyudi Adisiswanto, merupakan Kabupaten Non IHK, Inflasi Kabupaten Pidie mengacu pada inflasi Penghitungan IHK, di Kantor Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri. Rabu (24/01/2024).

Pj Bupati Pidie dalam kegiatan tersebut turut didamping langsung oleh para SKPK Pemkab Pidie yakni Sekretaris Daerah Kab. Pidie Drs. Samsul Azhar, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Teuku Hendra Hidayat Yoga, Kepala Bappeda Pidie H.Isnaini, Kabag Pemerintahan Setdakab Pidie. Almanza.

Pj Bupati Pidie Ir. Wahyudi Adisiswanto memgatakan, Kabupaten Pidie dimana komuditas yang utama penyumbang IPH bulan Januari 2024 adalah Cabai Merah, Gula Pasir dan Susu Bubuk, untuk dilakukan dalam pengendalian inflasi yaitu Menjaga Langkah pengendalian inflasi Daerah dan Meningkatkan kesadaran Masyarakat untuk melakukan Gerakan menanam.

Kedua Aspek Stunting, Jumlah 2.516 jiwa Balita yang mengalami Stunting atau 7,2%. Pihaknya akan melalukan upaya penuruan stunting PROMOTIF (Meningkatkan Upaya Promotif pada masyarakat di Desa dengan metode Kunjungan Aktif).

“Kita akan melakulan Advokasi untuk meningkatkan Lintas Program dan lintas sektor yang baik tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Desa, bahkan meningkatkan sinergisitas kegiatan penurunan stunting antar Dinas dan Badan, hingga meningkatkan kegiatan Inovatif pada Dinas dan Badan dalam penurunan Kasus Stunting,” kata Pj Bupati Pidie.

Kemudian ia menjelaskan yang ketiga Aspek BUMD di Kabupaten Pidie memilik BUMD yang tidak sehat seperti PDAM Tirta Mon Krueng Baro, bahkan mengalami kendala yang dihadapi karena Debit Air Sumur Intake Menyusut/Berkurang.

“Apabila tiba pada musim Kemarau yang panjang, dalam Kurun Waktu setiap 2 Tahun Sekali Musim, Sistem Manajemen Belum Sepenuhnya Menunjukkan Open Manajemen, Penerimaan Tagihan Rekening Air masih Tergolong Kecil dari pada Pendapatan Rekening,” tuturnya.

Keempat, Aspek Layanan Publik Jumlah layana publik yang sudah ada SOP agar cepat transparan dan adil yaitu, Bersentuhan Langsung yaitu sebanyak 305 produk layanan yang terdapat pada 7 perangkat daerah, tidak bersentuhan langsung sebanyak 22 produk layanan yang terdapat pada enam perangkat daerah, Jumlah Layanan Publik yang sudah ada SOP pada layanan Publik Utama sebanyak 101 SOP.

Kelima, Aspek Pengangguran, Jumlah Angkatan Kerja yaitu 209.079 Jiwa, Jumlah Pengangguran 13.214 Jiwa dan Tingkat Pengangguran Terbuka yaitu 5,94%. Upaya yang akan dilakukan untuk mengatasi pengangguran yaitu, Melaksanakan kerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja Provinsi dan Kementerian Ketenagakerjaan, untuk para pencari kerja terkait lowongan kerja di dalam dan luar negeri.

Lalu melaksanakan beberapa pelatihan yang diikuti oleh 227 peserta, dengan sumber dana berasal dari DOKA dan APBD. Kerjasama dengan Lembaga pelatihan kerja dalam advokasi kabupaten dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda Aceh.

“Keenam, Aspek Kemiskinan Ekstrim,
Pada Tahun 2022 Jumlah Penduduk Kemiskinan Ekstrim berjumlah 22,150 Jiwa,” Kata pj Bupati Pidie

Ketujuh, Aspek Kesehatan, Jumlah dokter spesialis dan kelengkapan sarpras pada rumah sakit yaitu Jumlah dokter Spesialis yaitu 71 Orang, pada RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli, Dokter Spesialis ASN berjumlah 36 dan Non ASN 10 pada RSUD Tgk Abdullah Syafei, Dokter Spesialis ASN berjumlah 9 dan Non ASN 16, Kelengkapan Sarpras pada Rumah Sakit Umum Daerah (Data Aspak),

RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli Tipe B dengan sarana 100%, Prasarana 88,37% dan Alkes 59,17% RSUD Tgk Abdullah Syafei Tipe Cdengan sarana 63,85%, Prasarana 90,70% dan Alkes 50,07%.

Kedepalan . Aspek Penyerapan Anggran, jumlah penyerapan anggran sampai dengan saat ini Tahun 2023 Anggaran Kabupaten Pidie Yaitu Rp. 2.149.252.648.703, dengan realisasi sebesar Rp. 2.018.390.584.516,55 atau 93,14%, Tahun 2024 APBK Pidie Sebesar 2.130.093.058.940.(Harmadi/*)