News

15 Perajin Anyaman Bili Aceh Besar Dapat Bimtek dari Kemenperin RI

2110
×

15 Perajin Anyaman Bili Aceh Besar Dapat Bimtek dari Kemenperin RI

Sebarkan artikel ini
FOTO/ MC ACEH BESAR Bimtek yang diikuti pengrajin bili di Aula Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Senin (24/8/2020)

POSACEH.COM, KOTA JANTHO – Sebanyak 15 perajin anyaman bili dari Gampong Lampanah Tunong Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar mendapat Bimbingan Teknis (Bimtek) dari Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan.

Kegiatan Bimtek yang akan berlangsung selama lima hari, dimulia sejak 24 – 28 Agustus 2020 para peserta memperoleh Bimtek desain dan fasilitasi mesin/peralatan IKM anyaman bili di kabupaten Aceh Besar.

Bimtek dibuka secara langsung melalui video conference/ Virtual Zoom oleh Direktur Industri Kecil Menengah, Kimia, Sandang, Kerajinan, dan Industri Aneka, Ir. E. Ratna Utarianingrum di Aula Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Senin (24/8/2020).

Pembukaan bimbingan teknis desain dan fasilitasi mesin/peralatan IKM anyaman bili ini dihadiri Sekretaris Dinas Perindag Aceh Mualem, S. Ag, M.Pd, Ketua Dekranasda Aceh Besar, Hj. Rahmah Abdullah,SH, plt Kadis Koperasi Perindustrian dan Perdagangan ( Diskoprindag) Aceh Besar, Darmasyah ST beserta Keuchik Desa Lampanah Tunong.

Direktur Industri Kecil Menengah, Kimia, Sandang, Kerajinan, dan Industri Aneka, Ir. E. Ratna Utarianingrum pada pembukaan acara melaluivideo conference/virtual zoom, menyampaikan, Apresiasi kepada ketua Dekranasda Aceh Besar yang telah membina sektor industri kecil dan menengah (IKM) di wilayah Aceh Besar.

“Sebagaimana diketahui, kehadiran kami hari ini dalam bentuk bimbingan teknis dan desain kepada perajin anyaman bili, merupakan respon kami terhadap laporan dari ketua Dekranasda Aceh Besar Rahmah Abdullah, yang bahwa kearifan lokal harus didorong dan dipertahankan, karena industri anyaman bili menjadi peluang dan layak dikembangkan sebagai salah satu sumber ekonomi yang produktif,” ujarnya.

Lebih lanjut, karena seluruh wilayah Indonesia dari Aceh sampai Papua kaya dengan kearifan lokal yang didalamnya terkandung nilai filosofi yang bermanfaat.

“ini adalah kekayaan kita, yang bisa kita sampai kepada seluruh konsumen didunia tentang kebudayaan kita di Indonesia. Apalagi, anyaman bili ini sudah menjadi produk yang sangat dicari dibeberapa event di Jakarta. Jadi, sekali, saya sampaikan Apreasiasi kepada ketua Dekranasda Aceh Besar yang mempunyai kepedulian terhadap anyaman bili dan Kabupaten/kota lainnya wajib mencontohkan dalam hal melestarikan kearifan lokal seperti Kabupaten Aceh Besar,” pungkas Ir. E. Ratna Utarianingrum.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Aceh Besar Rahmah Abdullah SH, mengatakan, Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan perajin tentang mutu serta desain produk kerajinan.

“Kepada para perajin dan peserta pelatihan, semoga dengan bimbingan teknis ini dapat meningkatkan kualitas produk dan mampu menjaga warisan budaya, agar terus berkembang hingga ke generasi selanjutnya,”harapnya

Ia, juga mengucapkan, terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Perindustrian yang telah banyak memberikan bantuan sekaligus memberikan dukungan penuh kepada perajin di Kabupaten Aceh Besar.

“Kami sebagai Pemerintah Aceh Besar sangat berharap dengan bantuan peralatan dan pelatihan yang diberikan oleh Kementerian Perindustrian dapat meningkatkan lagi produksi kerajinan yang lebih berdaya saing dan berinovasi serta dapat meningkatkan perekonomian perajin,”tutupnya. (Rezha/Ril)x