Pemerintah Aceh

Diterapkan Kenderaan Berstiker Penerima BBM Bersubsidi

1873
×

Diterapkan Kenderaan Berstiker Penerima BBM Bersubsidi

Sebarkan artikel ini

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh bersama Pertamina akan menerapkan program stiker bahan bakar minyak (BBM), sehingga kenderaaan yang berhak mendapatkan biosolar dan premium bersubsidi.

Penerapan program tersebut lebih dulu dilakukan sosialisasi selama tujuh hari mulai 19 – 25 Agustus di 126 SPBU di Provinsi Aceh dengan membagikan dan penempelan stiker secara gratis.

Demikian yang mengemuka dalam konferensi pers peluncuran program sosialisasi stickering penggunaan solar dan premium subsidi di Provinsi Aceh yang berlangsung di Caffee Energi, SPBU Lamsayeun, Rabu (19/8/2020).

Dalam kesempatan itu, Pertamina dan Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (DPC Hiswana Migas) Aceh, menyatakan kesiapannya mendukung program Pemerintah Aceh.

Unit Manager Comm, Rel dan CSR, Marketing Operation Region (MOR) I Pertamina, Roby Hervindo mengungkap data penyaluran subsidi yang senantiasa melebihi kuota.

Menilik data ke belakang, sebutnya, konsumsi biosolar dan premium di Aceh menunjukkan tren melebihi kuota yang dipatok pemerintah.

Roby menjelaskan, sebagai contoh pada 2018 konsumsi biosolar mencapai 359 juta liter, melebihi kuota 351 juta liter. Di tahun yang sama, konsumsi premium menembus 377 juta liter sedangkan kuotanya hanya 337 juta liter.

Ia menyebutkan, hingga Juli 2020 penyaluran premium sudah 97 juta liter dan biosolar 198 juta liter. Atau sebesar 51 persen untuk premium dan 55 persen untuk biosolar dari kuota 2020. Sehingga, aturan ini dapat menjadi salah satu cara untuk menghindari konsumsi yang melebihi kuota.

Sementara itu, Ketua DPC Hiswana Migas Aceh, Faisal Budiman, menuturkan kerugian penggunaan premium dan biosolar. “Pabrikan kendaraan tidak ada lagi yang merekomendasikan pakai RON 88 dan CN 48. Kalau dipaksakan, kendaraan bisa dipastikan jadi boros dan tidak awet,” ujarnya.

“Biaya perawatannya lebih mahal. Ujungnya pengeluaran konsumen malah lebih boros, dibanding misalnya pakai Pertamax dan Dex,” jelasnya.

Faisal mengatakan, penggunaan BBM yang tepat sesuai standar pabrikan, membuat kendaraan lebih awet. Selain itu, bahan bakar biosolar dan premium dengan RON dan CN rendah, menyebabkan lebih banyak polusi udara.

Terbitkan Surat Edaran

Menyangkut hal tersebut, Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh berperan turut mengawasi dan menjaga kuota BBM premium dan BBM subsidi biosolar yang telah ditetapkan oleh BPH Migas.

Karena itu, sebutnya, Pemerintah Aceh menerbitkan surat edaran Gubernur Provinsi Aceh nomor 540/9186 tahun 2020 tentang program stikering pada kenderaan, sebagai strategi untuk penyaluran jenis bahan bakar minyak tertentu (JBT) dan jenis bahan bakar minyak khusus penugasan (JBKP) yang tepat sasaran.

“Selanjutnya Pemerintah Aceh bersama Pertamina menerapkan program ‘Stiker BBM Bersubsidi’. Melalui program ini, kendaraan roda empat yang mengkonsumsi biosolar dan premium wajib ditempel stiker sebagai alat kontrol,” ujar Nova.

Kenderaan Umum dan Pribadi

Program ‘Stiker BBM Bersubsidi’ ini, sebut Nova tidak menambah aturan baru. Program ini memperkuat Perpres Nomor 43 tahun 2018 tentang perubahan stas peraturan Presiden Nomor 191 tahun 2014 tentang penyediaan, pendistribusian dan harga jual eceran bahan bakar minyak.

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Aceh, Mahdinur menyebutkan, penempelan stiker akan dilakukan pada kendaraan umum maupun pribadi roda empat.

“Sekarang ini kendaraan yang antri biosolar dan premium banyak kendaraan keluaran terbaru dan kendaraan yang tidak berhak. Melalui program ini, hanya kendaraan yang berhak, yang bisa ditempel stiker untuk mengkonsumsi biosolar dan premium,” ujarnya.

Ia mengatakan, penempelan stiker akan dilaksanakan serentak di 126 SPBU seluruh Provinsi Aceh. Periode sosialisasi selama tujuh hari, mulai tanggal 19 – 25 Agustus. Selama masa sosialisasi tersebut, stiker dibagikan secara gratis.

Diharapkannya, melalui program ini, subsidi dapat dinikmati oleh masyarakat kecil yang lebih membutuhkan. Selain itu dapat mengurangi antrian biosolar dan premium di SPBU.

Seperti diketahui, antrian panjang BBM subsidi biosolar dan BBM penugasan premium masih kerap terlihat di SPBU Aceh. Akibatnya mengganggu ketertiban lalu lintas dan kenyamanan warga. (Sudirman Mansyur).

Teks Foto :

Dari kiri ke kanan, Unit Manager Communication, Relation dan CSR, MOR I, Pertamina. Roby Hervindo, Sales Area Manager Aceh, Ferry Pasalini, Ketua DPC Hiswana Migas Aceh, Bp. Faisal Budiman saat memberikan keterangan pada konferensi pers peluncuran program sosialisasi stickering penggunaan solar dan premium subsidi di Provinsi Aceh yang berlangsung di Caffee Energi, SPBU Lamsayeun, Rabu (19/8/2020). Foto : Sudirman Mansyur.