posaceh.com – Sebuah makam China kuno berusia 2.700 tahun ditemukan berisi setumpuk tanaman ganja.
Tim arkeolog dari Universitas Akademi Sains China yang dipimpin oleh Hongen Jiang menemukan hampir satu kilogram tanaman ganja kering di dalam makam yang terletak di Yanghai, Gurun Gobi itu. Bekas sisa-sisa tanaman itu ada di dekat kepala jasad seorang dukun 35 tahun dari Kaukasia yang memiliki mata biru.
Di dekat penemuan ganja ini juga ditemukan objek-objek lain seperti pengekang dan harpa yang umumnya digunakan para dukun untuk di alam baka.
Dengan kandungan tetrahydrocannabinolic acid synthase yang terdapat pada tanaman ini, peneliti yakin dukun tersebut dan komunitasnya kala itu menggunakan ganja untuk alasan medis dan bersenang-senang.
Dikira ketumbar
Dilansir laman Ancient Origin, Profesor Dr. Ethan B. Russo dari Chinese Academy of Sciences Institute of Botany mengatakan orang lain telah mengambil bagian tanaman ganja yang kurang psikoaktif sebelum ditaruh di kuburannya.
Hal tersebut membuatnya yakin bahwa pria dukun ini tidak hanya menggunakan tanaman ganja untuk membuat pakaian semata.
Sebelumnya, peneliti menduga tanaman ganja tersebut merupakan tanaman ketumbar. Namun, hasil penelitian lab di Inggris membuktikan tanaman tersebut sebenarnya adalah tanaman ganja.
Meskipun ini merupakan penemuan ganja tertua sejauh ini, peneliti sudah lama menemukan jejak penggunaan ganja di peradaban kuno sebagai tanaman herbal.
Peninggalan ganja telah ditemukan dari banyak tempat dan peradaban, mulai dari peradaban Mesir Kuno hingga pernah disebut oleh sejarawan Yunani Herodotus.
Reporter Magang: Qaulan Maruf Indra.(Merdeka.com)











