Internasional

Ulama Irak: Gempa Turki Hukuman Tuhan karena Lemahnya Reaksi Atas Pembakaran Alquran

2499
×

Ulama Irak: Gempa Turki Hukuman Tuhan karena Lemahnya Reaksi Atas Pembakaran Alquran

Sebarkan artikel ini
muqtada al sadr. ©AFP

posaceh.com – Ulama Irak Muqtada al-Sadr kemarin mengeluarkan pernyataan kontroversial yang menyebut gempa dahsyat di Turki dan Suriah dua hari lalu adalah ‘hukuman Allah’ atas lemahnya reaksi dari negara Arab dan warga muslim atas insiden pembakaran kitab suci Alquran oleh tokoh kelompok kanan di Swedia bulan lalu.

“Jika negara Arab dan muslim mengambil tindakan terhormat membela kitab suci Alquran, bahkan jika hanya pada tingkatan menutup kedutaan Swedia di negara mereka atau mengurangi perwakilan diplomatik, Allah yang Maha Kuasa tidak akan mengirimkan pesan ini (gempa),” tulis Sadr di akun twitternya, seperti dilansir laman the Cradle, Rabu (8/2).

“Mau sampai kapan? Sampai kapan kita masih mengabaikan Allah, Alquran, Rahmat-Nya? Jika muslim tidak menganggap serius dan tidak mengambil sikap, maka kita tidak akan terhindar dari bencana,” kata dia.

Sadr sebelumnya sudah menyampaikan duka cita kepada korban gempa di Suriah dan Turki. Korban tewas sejauh ini sudah tembus lebih dari 7.000 jiwa.

Pada 21 Januari lalu pembakaran Alquran terjadi di depan Kedutaan Besar Turki di Stockholm, Swedia. Pelakunya adalah tokoh beraliran kanan dari Partai Garis Keras (Stram Kurs) Rasmus Paludan. Tindakan itu dilakukan Paludan atas nama ‘kebebasan berekspresi’ dan juga dalam konteks hubungan antara Turki, Swedia, dan Finlandia yang memanas karena dua negara Skandinavia itu butuh persetujuan Turki untuk bergabung masuk NATO.

Meski Sadr mengklaim pembakaran Alquran itu kurang mendapat kecaman memadai, Ankara menjadi yang pertama merespons insiden tersebut dan langsung membatalkan kunjungan menteri pertahanan Swedia ke Turki. Selepas itu sebagian besar negara muslim juga mengecam peristiwa itu.(Merdeka.com)