Ekbis

Erick Tohir: BUMN Terus Mengonsolidasikan Ekosistem Kesehatan Indonesia

2242
×

Erick Tohir: BUMN Terus Mengonsolidasikan Ekosistem Kesehatan Indonesia

Sebarkan artikel ini
Menteri BUMN Erick Thohir dan Presiden Jokowi. ©2022 Merdeka.com

posaceh.com, Bandung – Menteri BUMN, Erick Tohir memastikan bahwa inovasi oleh PT Biofarma yang memproduksi vaksin Covid-19 bernama IndoVac akan dilakukan di sektor lain dan menguasai semua industri dari hulu ke hilir.

Diketahui, IndoVac merupakan vaksin Covid-19 platform protein rekombinan yang dikembangkan PT Bio Farma berawal dari kerja sama dengan Baylor College of Medicine, Amerika Serikat. Seluruh proses dari hulu ke hilir mulai fase pra klinik, uji klinik fase I, II, dan III vaksin Indovac dilakukan di Indonesia.

Indovac telah mengantongi izin edar darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan RI dan telah mendapatkan sertifikat halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) per 29 Juli 2022.

PT Bio Farma mampu memproduksi vaksin Covid-19 sendiri dengan kapasitas kurang lebih 20 juta dosis pada tahun ini. Bahkan tahun 2023 produksi IndoVac bisa mencapai 40 juta dosis. Jika banyak permintaan PT Bio Farma bisa memproduksi hingga 120 juta dosis vaksin IndoVac sebagai tambahan.

Menurut Erick, selain di sektor kesehatan, penting bagi negara untuk memastikan ketahanan pangan, ketahanan energi. Hal tersebut penting dalam situasi dunia global yang bergejolak.

“Kita bisa mulai memproduksi vaksin IndoVac. Tetapi tentu ini baru langkah awal, kami terus mendorong kerjasama-kerjasama serupa seperti kemarin yang ditandatangani juga di Inggris dengan provector. Jadi mirip seperti tentu yang kita lakukan hari ini kita kerja sama RnD-nya, tapi tentu lisensinya, mereknya punya kita, dan memproduksi di kita,” terang dia, di Bandung, Kamis (13/10/2022).

“Dengan provector juga sama, sesuai dengan kerjasama dengan Menteri Kesehatan, kita harus melangkah ke depan dalam mengantisipasi pandemi ataupun penyakit-penyakit yang terjadi,” Erick melanjutkan.

Dengan Provector, Indonesia sudah mendatangani kerjasama untuk vaksin hemofolia yaitu kekentalan darah. Hasilnya akan didistribusikan ke Eropa dan Amerika, Afrika dan lain-lain.

“Inilah contoh kerja sama yang kita terus dorong ke depan. Tentu langkah awal ini tentu akan dilanjutkan dengan langkah-langkah berikutnya yaitu kita terus mengonsolidasikan dari pada ekosistem kesehatan Indonesia,” jelas dia.

Selain itu, pihaknya terus mengonsolidasikan manufacturing. Salah satu contohnya indofarma. Ia menjelaskan, bahwa Kimia Farma ditugaskan bisa membloking vaksin vaksin obat-obatan yang menjangkau kebutuhan rakyat. Sedangkan Indofarma lebih fokus pada herbal medicine.

“Ini juga terus kita lakukan pelayanan publik kita tingkatkan, tentu dengan telemedicine, bagaimana klinik-klinik, rumah sakit yang kita punya terus kita sinergikan, kita tingkatan kualitasnya,” pungkasnya. (merdeka.com)