Daerah

Pemkab Agara Priotitaskan Penanganan Stunting

1923
×

Pemkab Agara Priotitaskan Penanganan Stunting

Sebarkan artikel ini
Mhd Ridwan SE MSi, Sekdakab Agara

posaceh.com, Kutacane – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara akan memprioritaskan penanganan Stunting melalui program Gerakan Imunisasi Stunting Anak (GISA), yang direncanakan pada 3 September 2022 akan datang.

Sekdakab Agara, Mhd Ridwan.SE.M.Si dalam rapat persiapan yang dihadiri Asisten
Adminiatrasi Umum, Sudirman. SPd. M.Pd, Asisten Pemerintahan, Drs.M.Ridwan, Kepala SKPK, Kabag di Lingkungan Setdakab Aceh Tenggara dan Camat, Selasa (23/8/2022) menyampaikan, Gerakan Imunisasi Stunting Anak (GISA) di Agara, direncanakan akan dihadiri 1.000 anak dan 19 Kepala Puskesmas,

Selain itu acara GISA yang dijawalkan digelar 3 September akan datang, juga akan dihadiri 16 Camat, 385 Pengulu Kute, 385 bidan desa, 19 orang orang Penyuluh Kepala Desa dan 10 Kepala Organisasi Perangkat Dinas dan tamu dari Provinsi.

Pemerintah, kata Sekdakab, telah menetapkan stunting sebagai isu prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, karena saat ini, angka stunting Kabupaten Aceh Tenggara mencapai 1.870 jiwa, bahkan sebagai penyumbang nomor 17 di Provinsi Aceh yang terdiri dari 23 kabupaten/ kota.
“Karena tingginya angka stunting ini perlu penangan secara holistik dan integratif, Karena itu semua OPD terkait harus fokus menekan, sehingga nantinya angka stunting Aceh Tenggara bisa turun menjadi 10 besar di Provinsi Aceh,” ujarnya.

Selain itu, pihak yang mendata di lapangan para Kepala Desa, Kepala Puskesmas, Bidan Desa, Penyuluh KB dan Pendamping PKH harus mendata secara benar jumlah anak yang mendapatkan Imunisasi dan stunting dengan by name by address (dengan nama dengan alamat).

Untuk menghindari terjadinya perbedaan jumlah, satu lembaga dengan lainnya pihak pendata harus saling berkoordinasi. Demikian juga OPD terkait harus memiliki jumlah angka imunisasi dan stunting yang valid dan singkron.

“Anak stunting juga harus diklasifikasi apa penyebabnya. Berapa persen anak stunting akibat genetik (keturunan), berapa persen akibat kemiskinan, akibat pernikahan dini, akibat usia batas minimal melahirkan dan lainnya semua ini harus ada skala persentasenya,” tuturnya.

Sekda Ridwan juga membagi tugas kepada para Kepala OPD agar mempersiapkan data stunting yang akurat atau paparan dan dalam bentuk video. karena itu, semua pihak agar saling bersinergi untuk menyukseskan kegiatan acara GISA yang akan dilaksanakan tanggal 3 September 2022 mendatang, saling bahu-membahu untuk membuat program khususnya penanganan stunting pada desa lokus stunting.

Ridwan meminta agar membentuk tim untuk turun ke lapangan memeriksa data stunting yang ada apakah benar sudah by name by adres,” pungkas Mhd Ridwan SE MSi, Sekdakab Agara.(Ilyas/*)