Nasional

Idul Adha Tahun Ini yang Diperkirakan Dirayakan Berbeda

1608
×

Idul Adha Tahun Ini yang Diperkirakan Dirayakan Berbeda

Sebarkan artikel ini
AP/Khalil Hamra PP Muhammadiyah telah menetapkan 10 Dzulhijjah 1443 Hijriyah atau Hari Idul Adha bertepatan 9 Juli 2022. Sedang pemerintah baru akan menggelar sidang isbat 29 Juni 2022. Idul Adha tahun ini mungkin dirayakan secara berbeda.

posaceh.com, Penetapan Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriyah di Indonesia diperkirakan akan berbeda. Ketua MUI Bidang Pendidikan dan Kaderisasi, KH Abdullah Djaidi mengimbau kepada umat Islam untuk tetap menunggu hasil Sidang Isbat yang akan digelar pada 29 Juni 2022 mendatang.

Sidang Isbat tersebut akan dilaksanakan secara tertutup dengan melibatkan Kementerian Agama, MUI, organisasi Islam seperti NU dan Muhammadiyah. Sidang penetapan ini akan menggabungkan dua metode yaitu metode hisab dan rukyat.

‘’Ketinggian derajat hilal sepakat ahli hisab kurang lebih dua derajat. Menurut perhitungan MABIMS itu masih di bawah tiga derajat kemungkinannya bisa dilihat, tapi walaupun demikian, keharusan untuk melihat rukyatul hilal,’’ ujar Kiai Djaidi dalam siaran pers MUI, Senin (6/6/2022).

Kiai Djaidi melanjutkan, penentuan yang dilakukan pada 29 Juni tersebut akan menentukan apakah besoknya sudah 1 Dzulhijjah atau belum. Menurut dia, penghitungannya sama, hanya saja ada dua paham yaitu Wujudul Hilal dan Rukyat.

yang menggunakan hisab hakiki dengan kriteria wujudul hilal, menetapkan Idul Adha 1443 H jatuh pada 9 Juli 2022.

“Tetapi, pada 29 Juni tersebut, tinggi bulan kurang dari 3 derajat dan elongasi (jarak sudut bulan-matahari) kurang dari 6,4 derajat, sehingga 1 Zulhijjah jatuh pada 1 Juli dan Idul Adha pada 10 Juli,” kata anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kementerian Agama itu.

PP Muhammadiyah sendiri telah menetapkan 10 Dzulhijjah 1443 Hijriyah atau Hari Idul Adha bertepatan 9 Juli 2022. Pakar falak Muhammadiyah, Oman Fathurrahman mengatakan, penetapan tersebut dilakukan berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal.

Menurut dia, penetapan itu disampaikan melalui maklumat tentang penetapan hasil hisab bulan Zulhijjah 1443 H. Dalam maklumat juga terdapat hasil hisab Ramadhan dan Syawal 1443 H. “Hisabnya hisab hakiki, dan kriterianya menggunakan wujudul hilal,” ujar Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah itu, Kamis (2/6/2022).(Republika.co.id)