Daerah

Universitas Syiah Kuala Laksanakan KKN Kolaborasi bersama Unimal, UTU, dan Unsam

2910
×

Universitas Syiah Kuala Laksanakan KKN Kolaborasi bersama Unimal, UTU, dan Unsam

Sebarkan artikel ini
Tri Mumpuni dan pemateri lainnya melakukan foto bersama setelah melaksanakan pematerian dan pembekalan mahasiswa KKN Kolaborasi USK, Unimal, UTU, dan Unsam di gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam Kota Banda Aceh. Jum'at (27/05/2022). FOTO/ DOK UNIVERSITAS SYIAH KUALA

posaceh.com, Banda Aceh – Pelaksanaan kegiatan pembekalan kuliah kerja nyata (KKN) periode XXI dengan mengangkat beberapa poin penting dan diantaranya merupakan “Pengembangan Desa Berbasis Green Ekonomy, Pemanfaatan Teknologi IT dan Kecerdasan Artificial dalam Mendorong Perluasan Akses dan Pasar Penjualan Komoditi Lokal dan Produk Unggulan UKM di Gampong Lokasi KKN, Stunting: Pemulihan dan Upaya Pencegahannya, dan beberapa poin lainnya yang dilaksanakan di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Jum’at (27/05/2022) pagi.

Pada pembukaan pelaksanaan kegiatan tersebut Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Dr Ir Agussabti M Si dalam sambutannya mengharapkan peserta menjaga nama baik kampus ini. “Dengan jumlah terbesar mahasiswa KKN kali ini, kita bisa menggerakkan pengabdian lebih besar bagi masyarakat di lokasi KKN.

Pada pelaksanaan kegiatan tersebut juga dipematerikan oleh Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Tri Mumpuni, Guru Besar Bidang Kecerdasan Artifisial USK/Perekayasa Utama BRIN/Presiden KORIKA Prof Dr Ir Hammam Riza Yusuf MSc IPU, Direktur Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan Kemenkes RI Ir Doddy Izwardy MA, Tenaga Ahli PT Wana Wiyata Yokyakarta Dr Ir Ambar Kusumandari MES.

Kepala P3KKN USK Drs Zulfitri M Biomed mengatakan pelaksanaan kegiatan KKN ini termasuk terbesar dari segi jumlah peserta yang ikut, jumlah yang mencapai 3619 mahasiswa tambah 120 mahasiswa dari tiga PTN lainnya di Aceh. KKN Kolborasi, selain dilaksanakan USK, juga melibatkan Unimal, UTU, dan Unsam. Pelaksanaan KKN periode XXI tersebut dilaksanakan dengan mengangkat tema “Melalui KKN Kolaborasi dan KKN Reguler Periode XXI Kita Tingkatkan Pengembangan Potensi Green Economy dan Masyarakat Sehat Bebas Stunting”.

Selain pemateri nasional, pembekalan KKN juga diisi dengan berbagai materi yang dibutuhkan peserta, yakni tentang tata tertib KKN, Falsafah, Arti, Tujuan dan Sasaran KKN, perancangan matrik, rencana kerja, pencatatan harian, laporan, dan proses penempatan dan pemulangan peserta dari lokasi KKN. Demikian informasi yang disampaikan oleh Dr. Dra. Sulastri, M.Si. Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK.

Pada kesempatan itu Tri Mumpuni yang juga Direktur Eksekutif Inisiatif Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) juga mengajak peserta dan pendamping KKN untuk turut mengubah pola masyarakat, dari sekedar objek menjadi subjek. “KKN menjadi momentum untuk memahami persoalan nyata dalam masyarakat kita”. Pungkasnya (Wahyu Desmi)