posaceh.com, Sigli – Komandan Distrik Militer (Dandim) 0102/ Pidie Letkol Arh Tengku Sony Sonatha, S MIP, melalui Danramil 02/ Padang Tiji, Pembantu Letnan Dua (Pelda) Marzuki, melakukan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) Tangkal Radikalisme dan Separatisme, di MAN 3 Pidie, Desa Teungoh Drien Gogo, Kacamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie, Rabu (16/2/2022).
Kegiatan yang mengangkat tema Merawat Kebhinekaan Untuk Tangkal Radikalisme/ Separatisme Dalam Bingkai NKRI turut dihadiri Babinsa dan kepala sekolah MAN Pidie Muhammad Thaifuri S,Pd M,Pd dan warga sekolah lainnya.

FOTO / HARMADI
Kepala Sekolah Muhammad Thaifuri S,Pd M,Pd saat pembukaan acara mengatakan, kegiatan ini sangat penting dilaksanakan mengingat semua memiliki tanggung jawab dalam mencegah radikalisme/ separatisme, guna menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. “Kegiatan sebagai benteng dari radikalisme, kita juga memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” katanya.
Sementara Pelda Marzuki dalam arahannya kepada siswa dan siswi tentang nilai nilai cara membela Negara, siswa harus berpartisipasi aktif dalam organisasi kemasyarakatan profesi maupun berpolitik, menjalankan hak dan kewajiban dalam bernegara hingga mengikuti perundangan yang berlaku, serta bagaimana cara memahami nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari hari bahwa pancasila dianggap sebagai Falsafah dan ideologi Negara.
“Mari kita bergandengan tangan dan berkomitmen dalam memerangi masuknya paham ini dilingkungan Sekolah maupun di Kabupaten Pidie supaya tetap terjaga persatuan dan kesatuan serta keutuhan wilayah Negara Republik Indonesia, seperti tema pada kegiatan hari ini yaitu Merawat Kebhinekaan Untuk Tangkal Radikalisme/Separatisme Dalam Bingkai NKRI,” tandasnya.
“Untuk memproteksi diri agar tidak terjerumus dalam paham radikalisme dimulai dari diri sendiri, dimana agar kita tidak menjadi pribadi yang berjiwa pemberontak. Maka harus mengedepankan kedamaian, kerukunan, kebersamaan, kekompakan dalam keberanekaan kita,” tambah Pelda Marzuki
Lebih lanjut dikatakan bahwa paham ini pada dasarnya sangat berbahaya bagi persatuan dan kesatuan. “Oleh karenanya, mari kita sama-sama mencintai tanah air menjaga tanah pekerangan ruang wilayah Indonesia hingga memberikan kontribusi pada kemajuan bangsa dan Negara,” pungkas Marzuki. (Harmadi)











