News

Anita Terpilih Jadi Ketua Persakmi Aceh

1584
×

Anita Terpilih Jadi Ketua Persakmi Aceh

Sebarkan artikel ini
Anita SKM MKes, menerima bendara pataka usai terpilih menjadi Ketua Persakmi Wilayah Aceh periode 2022-2026, dalam Musda II Persakmi Aceh di Ajongan Mon Mata Banda Aceh, Sabtu (5/2/2022). FOTO/ DOK PERSAKMI ACEH

posaceh.com, Banda Aceh – Anita SKM MKes, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar terpilih dan melalui Rapat Pleno ditetapkan menjadi Ketua Perhimpunan Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) Wilayah Aceh periode 2022-2026, dalam Musyawarah Daerah (Musda) II yang berlangsung di Ajongan Mon Mata Banda Aceh, Sabtu (5/2/2022).

Ketua Persakmi Aceh terpilih Anita SKM MKes mengucapkan terimakasih kepada semua peserta Musda II Persakmi Aceh yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk meneruskan estafet kepemimpinan di organisasi sarjana kesehatan.

“Terimakasih yang tak terhingga dan mari kita bersama membangun visi yang sudah kita rancang yaitu ‘Menjadikan Organisasi Profesi Kesehatan Masyarakat Sebagai Penggerak Pembangunan Kesehatan Masyarakat Aceh,” tuturnya.

Untuk diketahui, Persakmi merupakan organisasi murni para sarjana kesehatan masyarakat yang memiliki fungsi utama dalam upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
“Kita berharap Persakmi menjadi wadah bagi semua untuk kembali secara maksimal tugas dan fungsinya dapat berkiprah lebih maksimal terutama dalam situasi pandemi covid seperti saat sekarang ini,” ujar Anita.

Disinggung soal program, Anita mengatakan dengan dipercayakan dirinya jadi ketua Persakmi untuk tahun pertama ini ingin mengembangkan seluruh cabang yang telah aktif dan mengaktifkan cabang yang mandat atau yang belum aktif, untuk kita bergerak bersama membangun masyarakat yang sehat khususnya di propinsi Aceh ini.

“Kami juga mengharapkan seluruh cabang dapat menjalin harmonisasi dengan semua organisasi profesi dan juga mitra maupun stakeholder untuk majunya sebuah organisasi,” tuturnya

Selain itu, melalui Persakmi ini juga akan mengembangkan sumber daya anggota kesehatan masyarakat untuk terus dapat meningkatkan upaya peningkatan sumber daya dan pengembangan diri, apalagi menghadapi era milenial, era 4.0.

“Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat pesat, sehingga anggota Persakmi semuanya dapat beradaptasi dan dapat mengikuti perkembangan zaman tersebut sehingga melahirkan kader-kader kesehatan masyarakat yg memiliki, skill, kompetensi dan mampu secara kompetisi bersaing secara sehat dengan anggota organisasi kesehata yang lainnya,” terang Anita.

Terakhir, Kami atas nama Persakmi Aceh juga akan bersinergis dan mendukung pemerintah daerah dalam melaksanakan upaya-upaya maupun program kesehatan masyarakat dan program pembangunan kesehatan masyarakat.

Untuk informasi Anita,S.KM.,M.Kes terpilih setelah unggul menjadi 3 calon dari 11 balon yang muncul di arena Musda II tingkat Aceh ini. Kemudian verifikasi berkas berlanjut dari 3 calon bersaing, hanya Anita yang dinyatakan lengkap berkas oleh pimpinan sidang Musda.

Sebelumnya, Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT dalam sambutannya saat membuka Musda II Persakmi Aceh berharap keluarga besar PERSAKMI Aceh dapat merumuskan langkah-langkah penguatan organisasi ke depan.
“Harmonisasi antara anggota di dalam sebuah organisasi itu mutlak diperlukan demi majunya organisasi tersebut, dan agar program-program kerja yang telah direncanakan dapat berjalan optimal,” ujarnya.

Selain itu, Nova berharap Persakmi Aceh dapat mendorong peran para sarjana kesehatan masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan, serta menyukseskan program-program pembangunan kesehatan di daerah dan bersinergi bersama Pemerintah Aceh.

“Dapat berkolaborasi dengan organisasi profesi lainnya dalam mencari solusi-solusi terkait masalah kesehatan
masyarakat. Secara usia, Persakmi sebagai organisasi tenaga kesehatan masyarakat, memang tergolong masih muda. Namun kami yakin dengan semangat kebersamaan, kita akan mampu mendukung pembangunan kesehatan di Provinsi Aceh yang kita cintai ini,” terang Nova.

Selaras dengan itu, kami memberikan apresiasi atas Musda II yang mengambil tema “Peran Sarjana Kesehatan Masyarakat dalam Pandemi Global serta Mendukung Program Aceh Sehat”. Hal ini mengandung makna bahwa Persakmi akan terus ambil bagian dalam mendukung penanganan wabah pandemi Covid-19 dan pembangunan kesehatan di Aceh, sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya.

Selain daripada itu, bila berkaca pada situasi pandemi saat ini, memang telah terbuka kesempatan lebar bagi tenaga kesehatan masyarakat untuk turut berkontribusi, terutama dalam hal pencegahan. Artinya, para Sarjana Kesehatan Masyarakat
berada di posisi terdepan dalam melakukan sosialisasi pencegahan Covid-19.

“Mereka harus terus berada di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan edukasi dan cara beradaptasi dengan penyesuaian-penyesuaian tertentu agar terhindar dari virus ini. Kita juga tidak boleh lengah karena varian dari Covid-19
seperti Omicron masih terus menyebar, sementara saat ini, tingkat kepatuhan masyarakat terhadap penerapan protokol
kesehatan mulai mengendur,”.

Karena itu, tugas para Tenaga kesehatan belum selesai, mereka harus terus hadir dan melakukan perannya dengan baik agar masyarakat kita terhindar
dari paparan virus tersebut berikut dengan varian-variannya.

Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT memberikan sambutan saat membuka Musda II Persakmi Wilayah Aceh di Ajongan Mon Mata Banda Aceh, Sabtu (5/2/2022).
FOTO/ DOK PERSAKMI ACEH

Seperti kita ketahui bersama, Aceh kini memiliki ribuan Sarjana Kesehatan Masyarakat yang tersebar di seluruh Kabupaten/ Kota. Namun, harus
kita akui bahwa belum semua dari para sarjana kita ini dapat dioptimalkan perannya. Padahal, berdasarkan realitas normatif sesuai dengan keilmuan, semestinya eksistensi, peran dan fungsi Sarjana Kesehatan Masyarakat, dianggap mampu mewarnai perubahan sistem, program dan kebijakan-kebijakan di bidang kesehatan.

Setelah Musda ini, Persakmi Aceh agar mampu melakukan terobosan-terobosan dalam meningkatkan potensi para Sarjana Kesehatan Masyarakat. Di sisi lain, kita juga perlu menyadari bahwa upaya mewujudkan masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan bukanlah semata-mata tugas dan tanggung jawab pemerintah saja.

“Terakhir, kita melihat bahwa konsep kemitraan sangat dibutuhkan dalam mewujudkan pembangunan bidang kesehatan, salah satunya adalah dengan peran dari organisasi seperti Persakmi,” demikian Ir H Nova Iriansyah MT.(MarDG/Rel)