News

Warga Desak Keuchik Lambaro Skep Mundur

2941
×

Warga Desak Keuchik Lambaro Skep Mundur

Sebarkan artikel ini
Muchtar salah seorang warga Gampong Lambaro Skep menyampaikan aspirasi didepan Tuha Peut Gampong (TPG) Lambaro Skep, menuntut Geuchik Gampong untuk dilengserkan dari jabatannya, Senin (27/12/2021). FOTO/ ABDUL MUIZ

* Demo dan Segel Kantor Keuchik

 

posaceh.com, Banda Aceh – Warga Gampong (desa-red) Lambaro Skep, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Keuchik setempat, Senin (27/12/2021). Dalam aksinya, mereka menyegel Kantor Keuchik dan mendesak Keuchik Tarmizi Hamid mundur dari jabatannya sebagai kepala desa itu, karena dianggap tidak becus dalam memimpin gampong.

Selain menyegel Kantor Keuchik, warga juga mendesak pihak Tuha Peut Gampong (TPG) Lambaro Skep untuk menindaklanjuti dan memproses tuntutan mereka, yaitu mendesak Keuchik Tarmizi Hamid segera mengundurkan diri. “Kita memberikan tempo satu minggu kepada Tuha Peut untuk mengambil keputusan terkait tuntutan kami ini,” kata Muchtar, seorang warga setempat.

Warga berkerumun dan melakukan demo di jalan depan Kantor Keuchik Lambaro Skep, dalam orasinya warga meminta Keuchik turun dari jabatannya karena tidak mampu mengurus Gampong, Senin (27/12/2021).
FOTO/ ABDUL MUIZ

Menurut Muchtar, puncak kemarahan warga terjadi saat mereka hendak melaksanakan hajatan kenduri Peringatan 17 Tahun Tsunami, kemarin.

Pasalnya, Keuchik Tarmizi Hamid tidak memberikan izin penggunaan fasilitas gampong berupa peralatan dapur.

“Kami tidak tahu, kenapa seorang pimpinan gampong bertingkah seperti itu. Peralatan dapur itu milik warga, bukan milik pribadi. Tapi peralatan yang hendak digunakan untuk kenduri memperingati 17 tahun bencana tsunami kemarin itu, malah tidak boleh digunakan,” kata Muchtar.

Mirisnya, sebut Muchtar, Panitia Peringatan 17 Tahun Tsunami Gampong Lambaro Skep akhirnya terpaksa menyewa dari gampong tetangga. “Ini kan lucu, masa peralatan dapur seperti beulangong saja mesti kita sewa. Padahal di gampong sendiri ada. Oleh sebab itu, kami warga Lambaro Skep meminta Keuchik segera mengundurkan diri dari jabatannya,” desaknya.

“Kami warga Gampong Lambaro Skep, memberikan tempo kepada TPG Lambaro Skep selambat-lambatnya satu minggu untuk mengambil keputusan. Selama itu pula kami tidak mengizinkan Kantor Keuchik digunakan,” tambah Muchtar.

Kantor Keuchik Lambaro Skep yang disegel oleh warga dan meminta Keuchik turun dari jabatannya karena tidak mampu mengurus Gampong, Senin (27/12/2021).
FOTO/ ABDUL MUIZ

Sementara itu, Ketua TPG Lambaro Skep, M Jakfar Puteh mengatakan bahwa pihaknya menampung aspirasi warga dan akan menindaklanjuti segera. “Kami menampung aspirasi warga dan akan menindaklanjutinya dengan segera. Menurunkan keuchik tidak bisa dengan cara demonstrasi seperti ini, harus melalui prosedur pemerintahan yang jelas,” terangnya.

Jakfar juga meminta warga untuk menahan emosi dan tidak melakukan tindakan yang anarkis. “Saya minta warga menahan emosi, dan tidak melakukan tindakan anarkis. Kami TPG akan mengirimkan surat kepada Wali Kota Banda Aceh untuk menindaklanjuti masalah ini,” pungkasnya.

Sejauh ini, belum ada tanggapan dari Keuchik Tarmizi Hamid terkait tuntutan warga yang mendesaknya untuk mengundurkan diri.(Muiz)