Daerah

Lebaran di Jeunieb Berjalan Normal

2821
×

Lebaran di Jeunieb Berjalan Normal

Sebarkan artikel ini
Suasana hari raya ketiga di Keude Jeunieb,anak anak dengan "senjata" siap "perang" dengan mobil bak terbuka, Selasa (26/5/2020) FOTO/ TEUKU AZHARI

POSACEH.COM, BIREUEN – Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H bertepatan dengan Minggu 24 Mei 2020 M dalam kondisi wabah Corona di seluruh dunia, namun tidak terlalu berarti di kabupaten Bireuen khususnya kecamatan Jeunieb.

Daerah yang pernah menjadi basis GAM saat konflik Aceh terjadi pada hari raya kali ini berlangsung seperti biasanya dan berjalan normal. Shalat Ied juga berlangsung di setiap mushalla/ meunasah dan masjid, jamaah nya pun tetap ramai dan antusias. Namun yang menjadi perhatian Pos Aceh adalah usai shalat dan mendengarkan ceranah, para jamaah melakukan salam salaman seperti hari raya sebelum wabah Corona melanda Indonesia dan dunia umumnya.
Padahal kalau merunut pada protokol kesehatan, berjabat tangan adalah salah satu yang harus dihindari dalam memutuskan mata rantai penularan virus Covid-19 ini.
Selain bersalaman antar sesama jamaah, perhatian Pos Aceh, diantara para jamaah sangat langka dalam memakai masker, bahkan Pos Aceh dan keluarga memakai masker, menjadi pusat perhatian bagi jamaah lainnya.

Selain itu,di pusat kota Jeunieb pada hari raya pertama, kedua dan ketiga, Selasa (26/5/2020) juga kelihatan anak anak sangat antusias membeli senjata mainan, mereka naik ke mobil bak terbuka, pakai helm dan terjadilah “kontak senjata” antar anak anak di atas mobil pick up.

T Syahrial salah seorang warga kecamatan Plimbang, Bireuen kepada Pos Aceh, Selasa (26/5/2020) mengatakan bahwa, apa yang telah menjadi berita paling hangat di dunia, tentang Virus Corona,memang tidak dialami oleh masyarakat di Jeunieb dan sekitarnya.
“Alhamdulillah, Kabupaten Bireuen belum ada yang tertular, mulai dari makmeugang, puasa sampai hari raya, semua berjalan normal, waspada memang ada, dengan cara terus melakukan shalat lima waktu, shalat Ied juga, tentunya dengan menjaga 5 waktu sama dengan menjaga kebersihan, kebersihan sama dengan kesehatan,” kata mantan kepala sekolah itu dengan santai.

Senada dengan Teuku Syahrial, warga asal Jeunieb Nursifat menerangkan bahwa, penyakit Corona tidak akan datang bila seluruh masyarakat selalu menjaga wudhu, terkait hari raya, semua juga berjalan normal,yang tidak normal adalah ekonomi masyarakat yang terpuruk. “Kalau saja ekonomi tidak terpuruk gara gara Corona Hadi,” kambing hitan” tentunya suasana hari raya akan lebih bermakna dan meriah lagi,” tegas Nursifat.


Terkait pakai masker menurutnya, dipakai saat dalam kerumunan, kalau tidak kemana mana buat apa pakai masker, malah bikin sesak. “Mudah-mudahan musibah virus corona cepat Allah angkat dan cepat berlalu,” pungkas Nursifat.(T Azhari).