Pemerintah Aceh

Dua Tahun Kita Tunggu Vaksin, Kini sudah Ada Ayo Vaksin               

1687
×

Dua Tahun Kita Tunggu Vaksin, Kini sudah Ada Ayo Vaksin               

Sebarkan artikel ini
Sekda Aceh, dr. Taqwallah, M. Kes, memberikan arahan kepada jajaran Dinas Pendidikan, para Kepala Sekolah dan Guru, pada acara Sosialisasi Percepatan Vaksin Anak Usia Sekolah, di Aula Cabang Dinas Pendidikan Aceh, Kabupaten Aceh Tenggara, Minggu, (19/9/2021). FOTO/ FOTO MTIS

posaceh.com, Kutacane – Kepala Dinas Pendidikan Aceh Drs Alhudri MM mengultimatum kepala sekolah SMA/ SMK dan SLB agar menyegerakan melakukan vaksinasi siswa hingga batas terakhir 30 September 2021.

Apabila hingga batas waktu tersebut vaksinasi tidak mampu disukseskan, maka ia mempersilahkan kepala sekolah tersebut untuk mengundurkan diri.

“Ini saya tegaskan kepada kepala sekolah SMA, SMK dan SLB, jika tidak mampu maka saya persilahkan mundur” tegas Alhudri ditambahkan”pena saya akan saya pakai tinggal teken saja, untuk dimundurkan” dan diharapkan juga wali kelas door to door menemui orangtua siswa dan sosialisasi kan,paparnya di hadapan kepala sekolah SMA/SMK dan SLB saat mendampingi Sekda Aceh, dr. Taqwallah, M.Kes diaula disdikcab agara Kabupaten Aceh tengara, Minggu (19/9/2021).

Alhudri menuturkan, persoalan vaksin adalah persoalan serius bahkan Presiden Joko Widodo turun ke Aceh secara khusus hanya untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi di Aceh.

Oleh karena itu, dia menekankan kepada kepala sekolah terutama wali kelas untuk melakukan berbagai upaya agar para siswa mau divaksin, kecuali bagi mereka yang memang tidak diizinkan secara medis.

Alhudri menuturkan, saat berkunjung ke daerah dirinya sering ditanya oleh wali siswa bahkan oleh siswa sendiri mengenai kapan sekolah tatap muka akan dibuka kembali.

Namun, jika vaksin ini belum dilakukan secara merata para siswa maka sekolah tatap muka belum bisa dimulai.

“Karena kuncinya selain pakai masker, jaga jarak, adalah vaksin. Jika vaksinasi belum merata maka sekolah tatap muka secara normal seperti sedia kala akan sudah dilakukan. Dulu belum bisa karena vaksinnya tidak ada, sementara saat ini sudah ada vaksin.” kata Alhudri.

saat ini dampak dari pandemi Covid-19 ini sangat memukul perekonomian, jangankan di Indonesia di tingkat dunia pun ekonomi terpuruk.

“Begitu juga halnya kita di Aceh, jam 10 malam harus tutup sementara setiap orang butuh uang untuk hidup.”

Oleh karena itu, Alhudri mengajak semua pihak untuk mempercepat vaksinasi siswa, setelah itu akan dilakukan vaksinasi untuk masyarakat umum.

“Tolong Pak Kadisdik (kabupaten) mari kita saling bahu- membahu untuk menyukseskan vaksinasi siswa,” kata Alhudri.

Sementara itu Sekda Aceh, dr. Taqwallah M.Kes dalam setiap pertemuan mengajak semua pihak terutama kepala sekolah, dan wali kelas agar mempercepat vaksinasi terhadap siswa usia sekolah.

Sekda Aceh meminta agar wali kelas melakukan pendekatan pada muridnya, sehingga tidak ada penolakan untuk divaksin.dan meminta pihak puskesmas mendatangi sekolah sekolah,jangan ada yang tidak divaksin, pastikan siswa di agara sudah divaksin.dan meminta sosialisasikan,pantau terus,jangan ada lagi vaksin yang terbuang,tak terpakai.vaksin di agara tak terpakai dijarenakan ada yang nggak disuntik vaksin, sehingga tak terpakai.sekda mengajak pemkab agara,kadisdik, Kandepag,kepala sekolah ayo untuk sukseskan vaksinasi.berkoordinasi dengan berbagai pihak, tanggal 30/9 sudah tuntas dan nantinya dilanjutkan oleh masyarakat.”kita sudah 2 tahun nunggu vaksin,kini vaksin sudah ada mari kita vaksinasi, kembali kepada kehidupan normal dan bebas covid 19,” pungkas Sekda Aceh.(Mti)